Bersemi, Bermekaran, Bertaburan

Tidak ada hubungan yang benar-benar kebal oleh waktu. Setiap orang yang memilih untuk hidup bersama sebenarnya sedang berjalan menuju sesuatu yang pasti "perpisahan". Bisa datang perlahan, bisa juga tiba-tiba. Bisa karena keadaan, bisa juga karena kematian.

Tapi kita tetap jatuh cinta.

Mungkin karena sejak awal, hubungan itu bukan soal menjamin akan selalu bersama, tapi soal bersedia tetap tinggal, meski masa depan tidak sepenuhnya jelas.

Itu yang aku rasakan tadi malam saat mendengar kabar meninggalnya suami Sheila Dara, Vidi Aldiano.

Seperti yang kita tahu, Vidi sudah divonis mengidap kanker ginjal sejak 2019. Tapi meski menghadapi kenyataan itu, Vidi tetap melanjutkan hidup, tetap berkarya, dan tetap mencintai Sheila.

Alih-alih meninggalkan Vidi, Sheila memilih tetap berada di sisinya. Hubungan mereka tidak sebentar, hubungan yang putus-nyambung itu dimulai sejak 2016. Dan pada Januari 2022, mereka resmi menjadi sepasang suami-istri. Cinta mereka setara. Sheila, meski tahu Vidi mengidap penyakit yang bisa kapan saja merenggut nyawanya, Sheila tetap memilih hidup bersama Vidi.

Menariknya, kisah ini terasa paralel dengan film terbaru Sheila, “Sore: Istri dari Masa Depan.” Ceritanya mirip dengan kehidupan Sheila dan Vidi. Dalam film itu, Sore kehilangan suaminya karena serangan jantung, lalu kembali ke masa lalu untuk mengubah pola hidup suaminya supaya bisa lebih sehat dan lebih lama bersamanya. Sepertinya sheila mengambul job ini salah satu bentuk ekspresi dia, karena dia pasti sudah tahu lebih dulu bagaimana kondisi suaminya suatu hari hari, cepat atau lambat. 
Dalam film itu, Sheila seakan mengatakan ke Vidi:
"Kalau aku bisa balik ke masa lalu untuk mengubah hidup kamu jadi lebih baik, mau berapa kali pun aku gak apa-apa. Asal kamu nggak cepat ninggalin aku."

Aaa… so sad🥹

Aku pernah menuliskan tentang film ini lebih detail sebelumnya, bisa kalian cari.

Sheila memang wanita yang teguh, sabar, dan setia. Bahkan saat dia tahu Vidi sakit, dia tetap memilih hidup bersama Vidi sampai akhir hayatnya. Dan Vidi pun, sampai detik terakhir, menjadi suami yang baik untuk Sheila.

Sheila juga menemani Vidi ketika kondisi Vidi memburuk karena masalah pelanggaran hak cipta lagu Nuansa Bening. Aku paham, orang yang mengidap kanker itu sangat sensitif. Sedikit saja pikiran yang menyedihkan bisa memengaruhi mereka secara besar. Makanya orang-orang di sekitar pengidap kanker harus memberi kesan positif agar mereka sel-sel bahagia tumbuh pada mereka.

Makanya, kita sebagai manusia harus lebih berhati-hati. Jangan jadi alasan orang untuk tidak makan hari ini apalagi sampai menangis dalam diam.

Soal Vidi dan Sheila yang memilih tidak punya anak, aku juga merasa sedih kalau memikirkannya. Vidi termasuk orang ekstrovert, dan pasangan mana yang tidak ingin punya anak dengan orang yang dicintainya? Tapi menurutku, keputusan itu bukan karena dia tidak mau memiliki anak, tapi karena dia tidak ingin mewariskan genetiknya ke anaknya. Dan ini benar, karena pernah disebutkan Vidi sendiri di Pod-Hub.

Banyak yang didapatkan dari kisah ini sebenarnya, salah satunya jangan menjahati sesama manusia.

Al-fatihah..
Semoga tenang disisi Allah. 
In another life hidup lebih lama ya suami Sheila Dara selamanya.  


Komentar

  1. That "Makanya, kita sebagai manusia harus lebih berhati-hati. Jangan jadi alasan orang untuk tidak makan hari ini apalagi sampai menangis dalam diam." makasih y dh speak up👉🏻👈🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ini kakkkk..... jangan menjahati manusia lain klo kamu gak dikabarin...

      Hapus

Posting Komentar