Di antara ribuan kata yang kutulis diam-diam, 
Namanya selalu muncul paling depan,
seakan tangan ini tahu, 
hanya dia yang ingin kuabadikan.

Dia...
cukup seulas senyum,
tanpa perlu sepatah katapun, mampu merebut perhatianku, 
hingga dunia dalam kepalaku kehilangan gravitasi.

Ada momen yang tak sempat kusimpan, saat matanya menyinggungku tanpa sengaja, 
dan hatiku karam tanpa sandaran makna.

Entah mengapa,
semua yang tak bisa kuungkap dalam tatap, 
kutitipkan dalam tulisan, 
tempat di mana dia selalu menjadi tokoh utama meski tak pernah hadir secara nyata.

Dan aku,
hanya seorang penulis sunyi yang diam-diam jatuh cinta, 
pada seseorang yang mungkin takkan pernah tahu, 
bahwa dirinya adalah kisah terindah yang tak pernah selesai kutulis.




Komentar