Lama menunggu pesananku yang dimana menu ini juga diminati kalangan anak remaja. Kuperhatikan, dari banyaknya orang yang di hampiri badut ini tidak satupun yang melirik kearahnya. Badanku duduk mendekat pada badut itu, dan anehnya dia juga ikut duduk dibangku sampingku.
Kutanya "dari pagi pak/bu" kataku, dia menjawab "iya mba" setengah ku dengar suaranya nampaknya sosok yang berada dibalik kostum itu adalah bapak-bapak.
"dari pagi tadi sama cuman dapat segini" ucapnya sambil memperlihatkan isi tas kaleng yang dikalungkannya. Disitu kulihat isinya ada uang 2k 4 lembar dan 5k 2 lembar. "Bapak dari mana pak? sudah makan?" kataku pelan. "saya dari daerah g.obos mba jalan kesini sambil mampir diwarung warung situ, kalau mba tanya makan saya lagi puasa mba" padahal hari ini hari Jum'at.
Setelah ku tanya-tanya, bapaknya memiliki tiga orang anak perempuan yang masih sekolah. Ketiganya sudah tidak memiliki ibu, jadi mereka sekolah sambil ada yang bekerja. Hebat, ucapku dalam hati.
Bapak badut itu mulai berjalan pukul 8 pagi hingga sekarang pukul 6 sore lebih hanya mendapatkan 18k saja jika di totalkan. Kuperhatikan dari segi dia membicarakan anaknya, dia sangat membanggakan mereka karena itu dia semangat bekerja agar anaknya bisa sampai kuliah katanya (aku sedih mendengarnya).
Nasi yang tadinya aku beli dengan perasaan sedih karena merasa hanya ini yang bisa aku beli, nyatanya ada yang lebih mengharapkannya namun dia tidak berisik. Lapar setelah aku pulang bekerja dihari ini rasanya hilang setelah mendengar cerita bapak tadi, aku tidak mengenalnya namun rasanya melihat bapak itu seperti melihat bapakku sendiri.
Akhirnya, sisa uang yang kumiliki ku belikan 2 porsi nasi tadi untuk bapaknya. Dia sangat girang "buat anak saya aja mbak, jam 8 ini saya pulang" katanya.
Komentar
Posting Komentar