Aku sudah tidak lagi berada di sana, tidak pula berada di dekatnya. Namun tanpa kuminta, kabar tentang dirinya selalu saja datang melalui teman-teman yang berada di sekelilingnya.

Seminggu belakangan, ada yang berkata, “Dia seperti kehilangan semangat hidup; jangankan tawa, senyum pun seakan enggan singgah di wajahnya.”

Tadi malam pun begitu. Ada yang mengirimiku sebuah foto, dimana tangan kirinya tampak terbalut hansaplast. Lalu kucek postingannya yang diunggah pukul 01.16 WIB, disana kulihat ia duduk di atas motor, menangis pada tengah malam, menuliskan bahwa hidupnya kini hanya dipenuhi sepi.

“Ada apa dengannya?” pikirku. Tangis yang katanya tak bisa ia keluarkan kemarin, akhirnya pecah malam itu. Ya Tuhan, jauhkanlah segala sakit dari tubuh dan hatinya. Biarkan ia hidup dengan lapang, biarkan bahagia tinggal di dirinya selamanya. Ibunya hanya punya dia, hanya dia harapan untuk nasi dirumah itu.

aaamin.

Komentar