see you in another life

Di antara riuhnya hari ini, aku sempat menjadi wartawan dalam sebuah peran. Seusai itu, kugenapi kewajiban kelompok, lalu langkahku terburu pulang, menjemput ibu yang menanti.

Hari ini menandai akhirnya, akhir dari pekerjaanku di tempat itu. Tempat yang mempertemukanku denganmu, tempat yang diam-diam menjahit kenangan di antara kesibukan yang melelahkan. Berkali-kali aku berucap ingin berhenti, dan kali ini ucapan itu benar-benar menjadi nyata.

Namun hatiku gamang. Entah karena ingin benar-benar fokus menata masa depan, ataukah karena keberadaanmu yang membuat segalanya terasa berbeda seperti matahari yang tertelan awan. 

Aku tak melihatmu untuk terakhir kalinya hari ini. Barangkali takdir memang memilih cara lain. Tak apa, bisikku pada diri sendiri. Padahal, betapa ingin aku mengatakan kepadamu bahwa inilah hari terakhirku di sana. Sayang, keberanian itu tak pernah benar-benar berdiam di dadaku.

Komentar