Hari ini selepas berjalan-jalan bersama keluargaku ke dutamall aku full menonton film. Kali ini aku mengulas tentang Rangga dan Cinta di dua season, dan ini mungkin akan sedikit lebih panjang dan bahasanya sedikit tidak karuan. Jika ingin membaca sampai selesai silahkan, jika tidak juga tidak masalah.
~~~~~
Menurutku kisah percintaan Rangga dan Cinta di Ada Apa Dengan Cinta? season pertama itu seperti kisah remaja pada umumnya, atau sekarang biasanya disebut HTS (Hubungan Tanpa Status). Cinta yang tiba-tiba ngambek, lalu mereka berbaikan, dan begitupun sebaliknha dan seterusnya. Menurutku peran Cinta dan Rangga ini sungguh mengekspresikan remaja SMA yang labil dan plin-plan.
Kisah pertemanan geng Cinta juga terasa sangat solid, seperti gengku waktu SMA dulu, hehe. Mereka saling mendukung, saling menertawakan, dan selalu ada untuk satu sama lain.
Hal yang kusoroti juga yaitu Ayah Rangga yang seorang pensiunan yang tidak mendapat uang pensiun karena pada tahun 1996 ia menulis tesis tentang kebusukan orang-orang di pemerintahan. Ayahnya dituduh komunis dan makar, bahkan tiap malam Minggu rumah mereka sering didatangi orang-orang yang melempari batu, atau bahkan kayu berapi. Semua itu masih berlangsung hingga zaman Reformasi. Dari situ kita bisa lihat kenapa Rangga jadi sosok yang dingin dan tertutup.
Puisi di AADC juga sungguh bagus, terutama puisi karya Rangga yang menang lomba di sekolah:
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku...
Kulari ke pantai kemudian teriakku...
Sepi... sepi dan sendiri aku benci...
Ingin bingar aku mau di pasar...
Bosan aku dengan penat...
Enyah saja engkau pekat...
Seperti berjelaga jika kusendiri...
Pecahkan saja gelasnya biar ramai...
Biar mengaduh sampai gaduh...
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih...
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?
Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?
Lewat puisi yang tidak sengaja masuk kedalam perlombaan ini, Rangga seolah meluapkan semua isi hatinya lewat bait-bait itu tentang kebosanan, keresahan, dan keinginan untuk bebas dari sepi.
Kalau dilihat dari latar film yang dibuat di tahun 2002, masa itu adalah masa Reformasi yang dimana perekonomian Indonesia masih belum stabil pasca krisis 1998. Rangga, Cinta, gengnya, juga Mamet termasuk dari golongan yang berada dan berkecukupan. Terlihat dari adegan Cinta dan Borne yang ngedate di Mall Kelapa Gading, mall paling keren di masanya. Mamet juga pakai mobil Volvo 240SL, sementara Milly naik Mitsubishi Lancer GTi.
Kalau di AADC 2, hal pertama yang bikin aku terkesima adalah New York, indah banget, ya Allah. Pengen banget ke sana! Bismillah.Terus aku agak tercengang juga, karena ternyata Cinta dan Rangga masih punya kisah yang belum selesai. Mereka terpisah kurang lebih selama 14 tahun. Ditahun 2016 Cinta bertunagan dengan Trian. Namun, disatu sisi disaat Rangga kembali ke Indonesia dia tetap berjalan dengan Rangga bahkan hingga fajar. Heran sekali, orang gila mana yang sudah punya pasangan tapi masih jalan sama mantan? Ya, Cinta. Kasian sekali Trian, seperti diselingkuhi.
Tapi di sisi lain, aku bisa merasakan perasaan Cinta. “Manusia lemah sekali jika disapa cinta lama.” Mau seratus kali mencoba move on pun, kalau sudah ketemu lagi, semuanya bisa balik seketika. Move on bertahun-tahun bisa kalah sama yang cuma ketemu semalam.
Seperti kata Rangga,
“Ketika seseorang sudah terlanjur menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan.”
Kalimat yang dalam sekali. Dan benar, ada beberapa orang yang pernah datang ke hidup kita dan meninggalkan jejak sedalam itu. Seberapa keras pun kita mencoba melupakan, selalu ada bagian kecil dari diri kita yang tidak bisa lepas dari mereka.
Trian memang kasian, tapi Cinta juga tidak bisa memaksa hatinya. Dia sudah berusaha untuk move on, tapi hati memang tidak bisa disuruh-suruh. Yang salah bukan siapa-siapa, tapi semesta. Bersama Rangga, hidup Cinta terasa lebih hidup. Cinta memang sudah penuh warna, tapi kehadiran Rangga menambah warna baru yang membuat hidupnya jadi lebih lengkap. Mereka memang ditakdirkan untuk bersama. Rating dariku 8/10.
Dan akhirnya, ending-nya mereka bareng lagi.
Komentar
Posting Komentar