Aku memang bukan tipe yang banyak bicara. Aku hanya berbicara ketika topiknya menarik bagiku, ketika ada sesuatu yang benar-benar ingin kusampaikan. Di kelas aku lebih sering diam, mendengarkan, dan mencerna setiap kata yang terlontar, bukan karena tidak tahu, tapi karena aku lebih suka memahami dalam diam.

Persetan dengan pandangan orang yang menilai diamku sebagai bodoh atau menganggap sikapku yang tenang sebagai bentuk acuh. Mereka tidak tahu, di balik diamku ada banyak hal yang bergolak. Walau terkadang saat aku bicara, ada beberapa yang tidak didengar, aku tetap berusaha menyuarakan sedikit bagian dari pikiranku.

Aku memang jarang bercerita secara langsung, aku lebih nyaman melakukannya lewat tulisan. Entah mengapa aku tumbuh menjadi seseorang yang lebih bisa berbicara lewat kata-kata di atas kertas daripada lewat suara di udara. Mungkin begitulah caraku memahami dunia, dengan diam, dengan menulis, dan dengan membiarkan isi kepala menemukan jalannya sendiri tanpa perlu terlalu banyak bunyi.

Komentar