Pulang kuliah dan mau bahas kasus boikot Trans7 yang diduga menghina pesantren. Jadi, gini kasusnya.
Source : Jurnalzone.idAda salah satu acara di Trans7 namanya Xpose Uncensored. Acara ini biasanya mengomentari video-video yang beredar di internet. Nah, waktu itu ada sebuah video dari pesantren. Di dalamnya terlihat para santri bersalaman dengan Kiai sambil jongkok dan ada juga yang minum susu.
Masalah mulai muncul ketika pembawa acaranya memberi komentar yang dinilai menyinggung. Dikatakannya, “Minum susu sambil jongkok, emang seperti ini kehidupan pesantren?” dan “Kiyainya makin kaya, tapi yang ngasih amplop itu umatnya. Kalau Kiyainya kaya, ya kasih dong kepada umatnya.”
Ucapan itu dianggap tidak sopan dan menyinggung kehidupan pesantren. Soalnya, kalau mau mengkritik, seharusnya disertai data dan fakta, bukan cuma opini. Apalagi ini disiarkan di televisi nasional yang bisa ditonton semua orang.
Akibatnya, muncul gelombang kemarahan dari berbagai pihak dan juga aliasi pesantren. Banyak aliansi pesantren di berbagai daerah menyerukan hashtag #BoikotTrans7 sebagai bentuk protes terhadap tayangan itu. Akhirnya, Direktur Produksi Trans7 menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Mereka juga mengklarifikasi dan meminta maaf langsung kepada pihak pesantren dan keluarga Kiai.
Sekali lagi, menjadi kesalahan terbesar ketika hendak memberikan kritikan harus disertai dengan basis data dan fakta, tidak boleh dengan hanya memberikan sebuah opini yang tidak ada fakta dan datanya, karena itu akan sangat fatal sekali.
Komentar
Posting Komentar