Drishyam mirip Penthouse?

Sebelumnya maaf tulisannya acak-acakan dan tidak terstruktur. Mungkin banyak typo dalam penulisan dan tidak berarah, namun kuharap semua yang membaca ini bisa paham. Maaf ya kali ini bahasanya santai hehe....ini karena aku banyak mikirnya waktu ngulasnya wkwk. 

~~
Satu kata buat Drishyam (2015): GILA.
Aku bahkan gak nyangka bakal sesuka itu sama film India, karena sejak SD aku gak pernah tertarik nonton film India sama sekali. Yang pernah cuma Uttaran di ANTV, itu pun karena ikut ibuku. Selebihnya, aku cuma hidup di dunia drama Korea, dari Boys Over Flowers sampai Penthouse, semuanya aku lahap. Jadi awalnya aku kira film India itu cuma soal nyanyi di taman, nari di tengah jalan, dan kisah cinta yang gak masuk akal.

Tapi setelah nonton Drishyam, semua pandangan itu langsung runtuh.
Film ini bener-bener mindblowing, realistis, dan bikin jantung aku gak berhenti deg-degan. Kalau di dunia drama Korea ada Penthouse, maka di dunia film India ada Drishyam. Keduanya sama-sama ngangkat tema keluarga, kekuasaan, dan keadilan yang gak adil, tapi cara mereka nyeritain itu beda banget.

Di Penthouse, konflik sosialnya dibungkus dalam kemewahan dan intrik. Permasalahan yang gak kunjung habis dari Season 1 sampai Season 3 bikin  campur aduk. Greget, marah, dan kagum. Tokoh-tokohnya penuh ambisi, dendam, dan perebutan kekuasaan, di mana yang "kaya makin kuat, dan yang miskin makin diinjak". Tapi semua drama dan kekacauan itu ujung-ujungnya selalu kembali ke satu hal. keluarga. Orang tua rela melakukan apa pun demi anaknya, bahkan kalau itu berarti harus menghancurkan orang lain.

Sementara Drishyam ngambil sisi yang lebih realistis . Gak ada adegan mewah, tapi ketegangannya justru terasa lebih nyata dan OH MY GOSH. Ceritanya tentang Vijay, seorang ayah biasa yang berjuang mati-matian melindungi keluarganya setelah anaknya gak sengaja nge bun-bun anak inspektorat setempat. Dia cuma Drop Out SD kelas 4, tapi bisa ngelecehin polisi dan bikin alibi yang sempurna. Rasanya kayak ngelihat versi “akal sehat” dari karakter Penthouse yang penuh strategi  tapi di dunia yang lebih gelap dan gak masuk akal.

Aku gak bilang perbuatannya benar, tapi aku ngerti kenapa dia ngelakuin itu. Siapa pun pasti bakal melakukan hal yang sama demi melindungi keluarga.
Di sisi lain, ada IG Meera, ibu yang kehilangan anaknya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku gak bisa nyalahin dia juga. Dia cuma seorang ibu yang patah hati, yang gak tahu harus menyalahkan siapa. Bayangin aja, kehilangan anak tanpa tahu jasadnya di mana. Gimana bisa tenang?

Tokoh paling ngeselin jelas Gaitonde, polisi yang sok kuasa dan suka main tangan. Tipikal orang yang merasa dirinya paling benar cuma karena punya seragam. Dasar halo dek, cuih.

Banyak orang di internet bilang Drishyam ini salah satu film terbaik yang pernah India produksi. Endingnya plot twist banget nget nget dan gak ketebak. Di TikTok, X (Twitter), sampai YouTube, banyak yang bilang film ini berhasil ngubah cara mereka mandang film India.
Kalau dulu orang-orang cuma inget India karena adegan nyanyi dan dansa, sekarang mereka mulai sadar kalau film India juga bisa punya cerita yang kuat, cerdas, dan emosional.

Kalau dilihat dari sosiologi pengarang, film ini diadaptasi dari film Malayalam karya Jeethu Joseph, dan versi Hindinya disutradarai oleh Nishikant Kamat. Dua-duanya punya gaya realis banget dalam menggambarkan kehidupan masyarakat India  terutama soal ketimpangan sosial dan rusaknya sistem hukum. Latar sosial mereka yang sederhana, religius, dan dekat dengan isu keadilan bikin mereka bisa nulis kisah seperti Drishyam yang terasa nyata dan menyentuh semua kalangan.

Sedangkan kalau dilihat dari sosiologi pembaca (penonton), Drishyam jelas punya pengaruh besar. Banyak orang, termasuk aku, jadi ngelihat film India dengan cara baru. Film ini nunjukin kalau sinema India gak cuma tentang cinta dan lagu, tapi juga bisa jadi wadah buat kritik sosial dan eksplorasi moral manusia. Dari yang awalnya skeptis, jadi kagum.
Bahkan, banyak komentar yang bilang: “Drishyam changed how I see Indian cinema forever.”

Kalau dibandingin sama Penthouse, Drishyam menang di sisi logika dan realisme, sementara Penthouse unggul di intensitas dan emosinya yang meledak-ledak. Tapi keduanya punya benang merah yang sama yaitu kekuasaan selalu berpihak pada yang punya uang dan status, dan cinta orang tua bisa jadi kekuatan sekaligus kehancuran.

Sama kayak Penthouse yang tiga season, Drishyam juga memiliki dua season, katanya season ketiga bakalan rilis di Oktober 2026 dan sekarang lagi proses syuting. I so excited to wait!!!

Komentar

Posting Komentar