Tidak ada Setan, Tapi lebih Mencekam.

Aku baru selesai menonton film Dendam Malam Kelam. Awalnya aku kira Dendam Malam Kelam cuma film thriller lokal biasa. Tapi ternyata film ini adalah adaptasi dari film Spanyol The Body, dan jujur, aku sama sekali tidak menyangka ceritanya bisa sedalam itu.

Banyak orang bilang alurnya mudah ditebak. Katanya cuma tentang Jefri yang meracuni istrinya, Sofia, karena ingin menikahi selingkuhannya, Sarah. Setelah itu, Jefri berusaha menyembunyikan mayat istrinya supaya tidak diautopsi. Kedengarannya klise, bukan? Tapi begitu aku menonton sendiri, ternyata semua dugaan itu salah besar. 

Film ini justru membalik semua ekspektasiku. Sarah dan Detektif yang selama ini terlihat seperti tokoh pelengkap, ternyata ayah dan anak yang sedang menuntut balas. Sepuluh tahun lalu, Jefri dan Sofia pernah menabrak keluarga kecil itu yangmenyebabkan ibu Sarah meninggal dunia. Sejak saat itu, dendam menjadi luka yang tumbuh diam-diam di dalam hati mereka. Dan malam itu, mereka akhirnya menagih balasannya.

Yang menarik, film ini sama sekali tidak menghadirkan hantu. Tapi entah kenapa, menurutkuketegangan dan atmosfernya justru lebih mencekam daripada film horor manapun. Aku sampai ikut menahan napas di beberapa adegan, seolah aku sendiri yang menyimpan rahasia di balik malam kelam itu. Rasanya benar-benar seperti menonton drama Korea thriller yang penuh surprise.

Selain ceritanya yang gak bisa ditebak,  lagu yang dinyanyikan Ghea Indrawari sebagai soundtrack juga menambah kesan emosional yang makin jleb

Aku gak tahu ini karena aku terlalu terbawa suasana atau memang filmnya sebagus itu, tapi jujur aku speechless waktu ending nya muncul. Ada rasa puas, sedih, dan takjub yang bercampur jadi satu.

Kalau boleh jujur, Dendam Malam Kelam bukan sekadar kisah balas dendam. Ini juga tentang karma, kehilangan, dan bagaimana luka masa lalu bisa menuntun seseorang pada kegelapan yang sama sekali tak disangka. Nilai pribadi dariku 7/10.


"Kegelapan paling menyeramkan bukan berasal dari hantu, tapi dari hati manusia itu sendiri."

Komentar