Aku sudah terlanjur nyaman menulis di blog ini, mulai dari hal yang penting sampai yang sebenarnya tidak terlalu penting. Awalnya aku membagi blogku menjadi dua akun, satu khusus untuk ulasan film, puisi, lagu, dan sejenisnya. Satu lagi berisi blog harian yang penuh dengan kutipan dan cerita-ceritaku. Tapi akhirnya semuanya aku gabungkan saja, hehe.
Entah mengapa, aku memang lebih nyaman menulis karya dari pengalamanku sendiri. Aku lebih mudah mengembangkan cerita dari hal yang pernah aku alami lalu dipoles ulang, daripada harus mengarang murni tanpa bahan. Dulu aku sempat menulis cerita di Wattpad, murni karangan, tapi pembacanya sangat sedikit sampai akhirnya membuatku berhenti menulis di sana. Setelah itu aku mulai mencoba ikut lomba-lomba online di media sosial. Cerita pertamaku yang berisi pengalaman pribadi itu aku kirim ke web kampus, dan ternyata masuk menjadi bagian dari sebuah buku terbitan. Pernah juga dosenku mengirimkan link lomba online, aku ikut dengan menulis puisi dari pengalamanku saat itu, dan siapa sangka malah menang, wkwk.
Sekarang di prodiku ada pemilihan peminatan, dan aku masih bingung memilih antara drama atau jurnalistik. Keduanya aku suka. Awalnya aku kurang tertarik dengan peminatan drama karena aku termasuk introvert. Tapi setelah mengikuti mata kuliah Kajian Drama, aku seperti menemukan versi lain dari diriku. Aku mulai nyaman menulis cerita yang agak panjang, menulis lakon, dan ternyata aku suka itu. Di sisi lain, aku juga suka jurnalistik. Aku senang menjadi pembawa acara, pembaca berita, atau pemandu acara. Aku juga ingin sekali merasakan magang di TVRI atau RRI. Aku ingin mengambil peminatan drama, tapi lebih sebagai penulis, bukan pemeran.
Pada akhirnya, apa pun yang akan aku jalani nanti, semuanya kembali pada Allah yang akan membawaku ke arah yang terbaik.
Jadilah apapun yang engkau inginkan, tetapi jangan kepikiran jadi nabi.
BalasHapus