Banyak orang berkata,
“ayo keluar dari sumur itu, ayo keluar.”
Seolah-olah ia memilih untuk tinggal di sana,
seolah-olah kubangan gelap itu adalah tempat yang ia anggap nyaman.
Padahal, kata-kata itu kadang terdengar seperti penghakiman.
Seseorang yang berada di dasar sumur tidak pernah berniat
untuk menetap selamanya di sana.
Ia sudah berusaha lebih keras dari yang terlihat.
Ia mencari tali,
merangkak di dinding licin sampai kulitnya terkelupas,
darahnya menetes, napasnya tersengal.
Ia melempar batu ke atas berharap ada yang mendengar,
tapi batu itu malah jatuh lagi ke tubuhnya,
meninggalkan lebam yang tidak pernah sempat sembuh.
Tidak bisakah orang-orang melihat itu?
Melihat perjuangan yang sama kerasnya,
bahkan lebih berat daripada sekadar berkata “ayo keluar”?
Ia sudah berusaha.
Sungguh, ia sudah berusaha sekuat tenaga.
Komentar
Posting Komentar