Akhirnya..
Penyuluhan telah selesai.
Meski tidak sesuai dengan ekspektasi ku, dikarenakan semua yang harus tepat waktu. Tapi aku bahagia, aku senang sekali, akhirnya aku menemukan fashion ku. Selain suka menulis, aku juga suka berinteraksi dengan peserta didik. Memang Allah itu tidak tidur. Allah tidak akan membawa ku sejauh ini hanya untuk membuatku jatuh.
Hari kedua ini tema nya sastra. Kami membawakan dua buat materi tentang film dan juga cerita. Dikelas banyak sekali kendala yang dihadapi, seperti smartboard yang tidak dapat terhubung dan memakan waktu banyak sekali, peserta didik yang kurang antusias di hari ini, mungkin karena mereka masih kelas X. Aku sebagai pemandu kegiatan kami, berusaha keras memutar kepala agar kelas tetap dalam keadaan stabil, tidak membosankan. Dari penilaianku, kelas X-A hari ini dan kelas XI-B kemarin sangat amat jauh berbeda. X-A ini cenderung banyak diamnya, jadi harus ekstra memancing mereka agar aktif.
Setelah selesai menyuluh, kejadian kemarin terulang lagi. Tapi karena hari ini kami yang di SMA menyuluh 3 jam full tanpa henti, kami sedikit berontak. Ada beberapa dari kami juga yang sedikit menyinggung perihal makanan, seperti "kami sudah bayar untuk penyuluhan, masa makan aja kami harus ngeluarin uang lagi?"
Seperti itu, dan aku sangat-sangat setuju. Kakak pengarah juga ada yang nyeletuk mengatakan mereka juga kelaparan kepada kami. Dan juga, waktu lomba duet dangdut. Kami yang kondisinya perut sedang lapar dan emosi yang tidak stabil ini dipanggil dan disindir oleh pengarah agar ikut ke tengah lapangan berjoget bersama untuk meramaikan.
Tidak apa.
Setelah selesai acara ini, sebelum penutupan barulah kami dibagikan nasi kotak. Kami pulang dipukul satu lewat, sesampainya di Palangkaraya pukul 2 lewat. Tadi pagi aku diantar oleh salah satu teman dekatku, jadi aku tidak membawa motor. Disaat pulang tadi, aku menghubungi dia minta jemput, ternyata saat itu dia masih ada kelas dan keluarnya pukul tiga sore. Jadi aku bertanya ke beberapa teman ku di bis, siapa tau mereka bersedia memberi tebengan. Tapi ternyata mereka sudah memiliki teman masing-masing. Ada salah seorang teman dekatku juga, dia hanya mengantar temanku yang rumahnya dimuara jalan damang salilah. Aku ingin sekali minta antar pulang dengan dia, tapi karena ku rasa dia sudah mengantar satu orang dan aku lagi, mungkin dia akan keberatan. Jadi aku mengurungkan niatku.
Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan kami saja dari prodi kami ke kost ku di bukit keminting sepuluh. Jaraknya sekitar tiga kilometer didampingi dengan rintik hujan. Sepanjang jalan aku berdoa supaya hujannya nanti saja saat dirumah. Ini pertama kalinya aku berjalan dari prodi ke kost ku, perjalananku santai saja karena kuanggap ini jogging. Dua puluh tiga menit berjalan, akhirnya aku sampai di kost. Aku tidak lari, jalanku nyaris pelan. Karena aku lelah sekali, kepalaku pusing. Tapi aku bersyukur. Allah mendengarku dengan menurunkan hujan saat aku sudah tiba tiba kost.
Komentar
Posting Komentar