Iyan bercerita banyak hal tadi malam. Aku senang mendengarnya. Senang sekali.
Dia bercerita, dia sudah ditempatkan di Merauke, Ujung Indonesia. Jauh sekali, pikirku. Dia menjadi Bakes (Bintara Kesehatan). Aku terkejut sekali, bukankah dulu dia tidak tertarik pada bidang kesehatan? kenapa sekarang malah menjadi Bakes, kan yang sangat tertarik pada bidang itu aku. Aku juga memberi tahunya bahwa aku akan menjadi dokter saat Parade Kostum nanti, profesi yang sangat aku idamkan. Aku bercerita, saat aku belajar menggunakan tensi dan stetoskop padanya, ada rasa sedih dihatiku. Dia mengatakan padaku dia juga mempunyai alat itu, dia sudah pandai menggunakannya, nanti mungkin bila ketemu aku akan lebih banyak belajar dari dia. Aku bertanya kenapa bisa ada di bidang itu, tapi dia berkata belum bisa menjawab sekarang, tapiii aku kepo:(
Dia bilang, dia akan lama sekali tidak mengunjungi Kalimantan Tengah, menunggu cuti akan ada satu sampai dua tahun lagi. Mereka selesai pendidikan kemaren langsung berangkat, naik kapal kri punya AL, dari tanjung priok. Dia mengganti nomor, gawai nya yang dahulu rusak. Itulah alasannya tidak dapat menghubungiku. Dia meminta maaf karena baru saja menghubungiku setelah sekian lama, berulang kali dia mengucapkan itu. Tapi ada sedikit kelegaan di hatiku, dia tetap sehat, tetap baik, dan tetap ingat aku.
Waktu menghubungiku kemarin, dia sedang berlabuh di Halmahera. Beberapa kali sinyal kerap kali tidak ada karena menggunakan kapal. Kalau mereka sudah berlayar jangan harap ada sinyal, susah sekali mencarinya. Untungnya dia tangguh, jadi tidak mabuk laut hehe.
Waktu pelantikan kemarin, ibu, ayah, kakak dan keponakannya datang ke Jakarta menemuinya, dan hanya saat itu dia bertemu mereka. Kerap kali dia pasti rindu mamanya, apalagi gawai nya rusak jadi susah sekali menghubungi orang tuanya. Kadang-kadang dia meminjam gawai temannya untuk menelpon mamanya, tapi aku berpikir. Gimana ya kondisi dia waktu Indonesia ricuh kemarin, gimana dia mengabari orang tuanya, gawai nya saja rusak:(
Dia berulang mengucapakan terimakasih padaku, padahal aku tidak berbuat apa-apa, aku hanya memberi doa, mengamati dari jauh, dan mencintainya. Itu saja.
Dia bercerita tentang dikapal, makanannya enak-enak, ada yang berjualan juga tapi harganya mahal. Dia sempat minder karena mengatakan dia berhenti kuliah di UMPR untuk mendapatkan posisi sekarang, tapi dia bahagia katanya. Cuman kemarin waktu penempatan, dia merasa ada gejolak di dalam hatinya yang paling dalam. Merauke? tidak pernah terlintas di pikirannya. Tapi sekarang dia merasa lebih baik, dia mulai menerima profesinya sekarang. Seorang abdi negara yang akan mengabdi untuk Indonesia.
Dia bertanya bagaimana kehidupanku, aku bahagia kah, aku sehat kah, makanku gimana, pky gimana. Aku ceritakan semuanya, cerita yang belum bisa kuceritakan ke orang-orang bahkan ke orang tuaku dan temanku. Dia selalu bisa mengerti. Dia pasti paham bagaimana rasanya tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, dia ingin jadi Polisi tapi diganti Tuhan jadi Tentara. Dan aku yang ingin sekali menjadi Dokter diganti Tuhan menjadi Guru.
Selama Indonesia ricuh kemarin, mereka diberangkatkan ke Jakarta untuk mengamankan ibu kota. Mereka berjaga di sekitar Monas selama seminggu kemudian ke Cijantung Makopassus. Dia bilang dia ingin tugas ke luar negeri, jika ada perintah. Dia juga menceritakan bagaimana kondisi Cipatat saat dia pendidikan kemarin, disana dingin, jalannya berdebu, kemudian jalan tempat mereka latihan menanjak seperti bukit.
Mereka di Halmahera hanya semalam saja, dan kemudian akan lanjut berlayar lagi. Dan saat berlayar, kemungkinan besar sinyal tidak ada. Dan untuk ke Merauke, perjalanan mereka masih panjang, karena mereka ikut kapal TNI AL. Di sana sering sekali hujan katanya, kalau makan mereka selalu didahulukan anggota tamtama. Dia bilang disana mandi nya bisa satu kali sehari ja, itupun cuman guyur-guyur saja. Aku hanya bisa memberikan kalimat-kalimat lucu untuknya.
Sekarang mungkin mereka sudah perjalanan kembali, dan tidak tahu dia akan menghubungiku kapan lagi.
Komentar
Posting Komentar