Sebagai penikmat film berlatar masa lalu, terutama yang mengangkat semangat dan idealisme mahasiswa, aku merasa tertarik ketika mengetahui bahwa film Koboy Kampus akan menjadi bahan ulasan selanjutnya. Terlebih, film ini diangkat dari kisah nyata masa kuliah Pidi Baiq di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1990an. Ekspektasiku cukup tinggi, membayangkan perpaduan khas nya humor Pidi Baiq dengan suasana sosial dan politik pada masa itu yang dikenal, yaa......
Film ini berhasil menampilkan nuansa tahun 1990an dengan cukup autentik. Dari latar tempat, gaya berpakaian, hingga perilaku mahasiswa FSRD ITB yang katanya nyeleneh juga santai, semuanya tergambar dengan baik. Jason Ranti berhasil memerankan sosok Pidi Baiq dengan karakter yang natural dan ringan. Hubungan pertemanan mereka yang erat serta ide unik mendirikan “Negara Kesatuan Republik The Panasdalam” di studio kampus menjadi bagian menarik.
Namun, dari segi alur cerita, film ini terasa kurang kuat. Mungkin karena diangkat dari kisah nyata, alurnya sengaja dibuat mengalir tanpa konflik besar. Akan tetapi, bagian awal terasa cukup lambat. Terlalu banyak percakapan ringan dan aktivitas kampus yang berulang membuat ritmenya agak monoton di beberapa bagian. Aku bahkan sempat melewati beberapa adegan karena menunggu bagian yang lebih menarik.
Ketika cerita mulai menyentuh aspek percintaan dan kritik sosial, film ini terasa sedikit lebih hidup. Sayangnya, pesan idealisme dan kritik sosial yang disampaikan melalui musik dan seni tidak tergarap secara mendalam. Akibatnya, Koboy Kampus lebih terasa seperti rangkaian kenangan masa muda Pidi Baiq yang penuh keunikan dan humor, daripada film dengan alur yang terstruktur dengan kuat.
Secara keseluruhan, Koboy Kampus tetap layak untuk ditonton, terutama bagi penggemar karya Pidi Baiq dan musik The Panasdalam Bank. Film ini menghadirkan kehangatan, nostalgia, serta semangat kebersamaan khas mahasiswa yang bebas berekspresi dan penuh kreativitas. Meskipun alurnya terasa datar bagiku, film ini memiliki daya tarik tersendiri. Hanya saja sepertinya aku kurang cocok dengan film ini. Tidak seperti film-film sebelumnya.
Sama
BalasHapus