Pagi hari pukul 08.42 WIB diawali dengan menonton podcast Raditya Dika bersama dr. Gia. 
Salah satu yang membuatku merinding dari pembahasan mereka saat dr.Gia jaga malam di IGD RSUD dr Slamet, Garut. 
Pada pukul 2 dini hari ada yang mengetuk pintu mereka,

"Permisi dok, mau konsul"
"Silahkan, Pak. Ada apa?"
"Dok, kalau ini apa?"

Kata dokter Gia, bapak itu mengeluarkan kantong kresek warna hitam dan menunjukkannya pada dokter Gia. Saat itu dokter Gia kaget sekali, pasalnya yang didalam kantong kresek itu adalah rahim...

Saat itu katanya, mereka yang ada di IGD panik semua. Waktu ditanya yang punya rahim itu mana, ternyata masih ada didalam mobil yang ada di parkiran. Tidak lama mereka bergegas menjemput seorang ibu yang baru melahirkan itu diparkiran, dan kondisi ibu itu tidak sadarkan diri dengan wajah pucat seperti tembok. Saat ditensi pun tensinya 70/0, padahal tensi yang normal itu 110/70. Ya Allah.

Saat ditanya kronologinya, ternyata ibu itu baru saja selesai melahirkan dibantu oleh paraji (dukun beranak). Saat itu bayi nya allhamdulilah lahir dalam keadaan sehat dan selamat, tinggal plasenta nya. Plasenta itu menempel dengan rahim. Harusnya plasenta itu akan lepas sendiri sekitar 15 menitan, tapi si paraji tidak sabar lalu menarik tali pusat nya dan menyebabkan rahimnya ikut turun. Dan sampainya di vagina, di tarik paksa yang mengakibatkan lepas semua di iringi dengan darah yang keluar sederas air terjun. Tidak lama, paraji pun menutup nya. Lalu vagina sudah tidak pendarahan, dan ternyata darahnya membeku.

Tapi keadaan di dalam tubuh, semuanya berantakan. Saat dibedah, mulai dari buka kulit buka otot dan saat ke rongga perut, rongga perut itu penuh dengan darah. Selama jantung memompa, selama pembuluh darah masih terbuka, darah masih terus menerus mengalir deras.

Ini hanya sepenggal cerita yang ku beri dari podcast itu. Ceritanya masih panjang, usus nya sobek dan lain-lain. Perjuangan dokter-dokter malam itu sangat-sangat patut dihadiahkan surga. 

Komentar