Tokoh:
Itta: kembar pertama, percaya semua benda punya perasaan.
Atta: kembar kedua, capek mikirin hidup.
Milang: kucing tua yang merasa dirinya mantan menteri.
Othe: kucing yang polos dan selalu salah terjemah.
Cecut: kucing kecil, polos tapi pedas seperti fakta ekonomi.
(Pagi hari yang cerah, diruang tamu. Kursi bergeser dengan sendirinya, meja bergetar perlahan. Namun di kembar Itta dan Atta duduk terbiasa dengan keanehan ini.)
Itta: Atta… meja kita jalan-jalan sendiri lagi.
Atta: Hedeuh biarin aja, Ta. Meja juga butuh liburan dari tugas kita.
(Tiga ekor kucing masuk lalu berjejer seperti mau rapat kenaikan gaji.)
Milang: Manusia, kumpul. Ada rapat penting.
Other: Situasi rumah sudah darurat!
Cecut: DARUTAT MENTAL.
Itta: Apa? Mau demo?
Milang: Lebih besar. Ini Rapat Kucing Nasional.
(Kucing-kucing naik ke meja. Para babu (Itta dan Atta) menggerakkan meja sedikit maju memberikan panggung untuk mereka.)
Milang: Sebelum mulai, aku ingin memperingatkan. Barang siapa yang memotong ucapanku saat rapat apalagi mematikan pelantang. Maka akan dapat akibatnya. Ingat tabur tai itu nyata.
(Itta yang mendengar menelan ludah nya sementara Atta hanya memutar bola matanya malas.)
Atta: Drama banget ni kucing.
Milang :Kami protes. Hidup kalian terlalu kacau. Kalian kuliah terus, stres terus, dan lupa makan!!!!!!!!
Cecut: Dan kalau kalian stres… makanan kucing ikut telat.
Othe: Dan kami jadi kelaparan.
Milang: Kalian mau kami laporkan ke Dinas Perlindungan Hewan, karena menelantarkan kami?
Itta: Ih jangan gitu dong, kami kan kuliah juga buat kalian.
Atta: Loh, masalah kalian kok jadi masalah kami?
Cecut: Ini bukan cuman masalah biasa, ini masalah perut..
Milang: Betul, kami begini karena kalian pemilik rumah. Kalau bukan kalian yang melayani kami, siapa lagi?
Othe: Tapi kalian… tidak kompeten.
Cecut: Sangat tidak kompeten.
Atta: (tersinggung) HEH!
(Suana sekitar mendadak memanas. Lampu berkedip. Meja bergoyang seakan-akan setuju.)
Milang: Karena itu… kami mengambil keputusan besar. Mulai hari ini, kucing yang memimpin rumah ini. Ini namanya… Reformasi Rumah Tangga 2.0.
Atta: Kucing mau kudeta??
Milang: Bukan kudeta. Perbaikan sistem.
Other: Kalian buruk dalam manajemen hidup.
Cecut: Kami ingin membantu.
Atta: Membantu apanya, gantiin kami kuliah mau? biar aku yang jadi kucing.
Cecut: Lah emang iya, saran dari kamu yang sebagai babu kami apa?
Othe: Kuliah mah kuliah aja, tapi kewajiban dalam memberi kami nafkah jangan dilupain.
Milang: Atta, kami sudah memberi saran agar mempermudah kalian. Kami membuat kebijakan baru, kami ingin membantu kalian dalam mengendalikan rumah.
(Karena suasana rumah sudah makin keos, akhirnya Itta buka suara.)
Itta: SEMUANYA DIAM! kita akan cari solusi bersama saja.
(Kucing mengeluarkan “daftar kesalahan” yang dilakukan oleh babunya.)
Milang: Ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang telah kalian lakukan. Cecut tolong bacakan.
Cecut: pertama,.tidur cuma tiga jam. Pelanggaran kedua: makan sekali, ngopi tiga kali. Pelanggaran ketiga, bilang mau istirahat, tapi malah scroll TikTok dua jam. Pelanggaran keempat, berangkat pukul 7 pulang pukul 20. Pelanggaran kelima yang paling fatal, terlalu boros hingga makanan kami yang awalnya ayam dan ikan rebus sekarang menjadi dryfood
Atta: Ini rapat atau sindiran nasional?!
Itta: (lemas) Mereka… benar semua.
(Lampu tiba-tiba berkedap-kedip eperti ingin mati lampu.)
Milang: Lihat? Bahkan lampu pun sudah tidak tahan.
Itta: Baik… kalau begini, kita kompromi.
Atta: Kami perbaiki hidup kami. Kalian jangan kudeta.
Milang: Baik. Kami sepakat.
Other: Tidak ada kudeta.
Cecut: Tapi kalian wajib… tidur siang dan tidak bergadang.
Komentar
Posting Komentar