Awalnya, kami pikir kegiatan parade akan berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu berjalan mengelilingi area program studi hingga ke Jalan Yos Sudarso. Namun, tiba-tiba diumumkan bahwa kami akan bergabung dengan angkatan 2022 yang akan menampilkan pertunjukan drama di UPT Taman Budaya. Pada mulanya kami kurang setuju, karena ada aturan wajib mengenai kewirausahaan yang mengharuskan kami menawarkan jasa atau berjualan, apa pun yang penting menghasilkan.
Lama-kelamaan, kami akhirnya menyetujui juga. Tidak lama setelah itu, muncul lagi keputusan baru saat rapat bersama angkatan 2022, mereka meminta kami membayar uang gedung dan properti, jumlahnya lebih dari satu juta. Kami sadar diri karena hanya ikut menumpang panggung, jadi kami setuju dan membayar. Setelah semuanya disepakati, kami mulai menyiapkan konsep, termasuk ide berjualan dan menyewa stan di sana. Semua sudah selesai dan siap dieksekusi.
Siang tadi, dosen kami kembali mengadakan pertemuan mendadak, semacam simulasi. Kami pun semua turun. Ternyata beliau kembali mengumumkan perubahan, kami batal parade di UPT Taman Budaya, diganti dengan berjalan saat CFD dari prodi sampai bundaran besar. Kami tentu kaget, karena semua sudah siap, hanya tinggal pelaksanaan. Namun beliau tidak menggubris, tetap bersikeras memindahkan lokasi dengan alasan agar tidak mengganggu drama angkatan 2022 nanti. Beliau juga menyampaikan akan mengembalikan uang yang sudah kami bayarkan, serta menawarkan beberapa opsi lain.
Soal bagaimana perasaan kami, sepertinya cukup bisa dinilai setelah membaca cerita dari awal.
Sama
BalasHapusizin pak🙏🏻
Hapus