Hari ini juga, aku baru saja menonton film Sore: Istri dari Masa Depan yang kata orang-orang bagus hingga mendapat rating 8,5/10 di Google.

Film ini sebenarnya tayang di bioskop bulan Juli kemarin. Karena aku yang introvert ini tidak punya teman untuk menonton, ada sih teman-temanku, tapi mereka menontonnya bersama pasangan mereka, jadilah aku tidak menonton waktu filmnya ada di bioskop.

Saat itu filmnya viral di media sosial, terutama TikTok. Banyak pro dan kontra terhadap ulasannya. Ada yang mengatakan filmnya bagus sekali, ada yang bilang biasa saja, ada juga yang mengatakan buruk.

Aku tidak berpihak pada ketiganya. Menurutku filmnya bagus banget, tapi tidak masuk kategori “sangat”. Film tersebut diambil di negara Kroasia dan Finlandia, negara yang memiliki aurora yang sangat indah, dan di film ini aurora itulah yang menjadi kuncinya.

Seperti kata orang-orang, film ini memang sangat lambat di awal. Sekitar 50% menggunakan bahasa Inggris, 30% bahasa Kroasia, dan 20% bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia hanya digunakan saat Sore berinteraksi dengan Jonathan saja. Aku cukup salut dengan Sheila Dara, pemeran Sore. Untuk bisa fasih berbahasa Kroasia di film ini, dia bahkan sampai les bahasa Kroasia. Sungguh sangat totalitas. Seluruh hal yang dilakukan Sore di film ini tersampaikan ke aku. Ada satu kalimat yang paling berkesan bagi setiap orang yang menontonnya:
“Kayaknya mau ngulang seribu kali pun, aku bakalan tetap milih kamu.”

Adegan-adegan Sore yang datang dan pergi ke kehidupan Jonathan di masa lalu membuktikan bahwa cewek kalau sudah cinta, bakal cinta banget. Dia melakukan itu karena Jonathan akan meninggal suatu hari karena serangan jantung. Jadi dia kembali ke masa lalu untuk mengubah hidup Jonathan menjadi lebih baik. Dia pernah menyerah, tapi akhirnya kembali ke tujuan awal.

Akting Sheila Dara yang cukup memukau terbukti dari dirinya yang menang dalam kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik di FFI 2025. Akting Dion Wiyoko sebagai Jonathan juga sungguh realistis.

Menurutku, alasan Sheila Dara bisa sebagus dan se-real itu aktingnya adalah karena itu seperti dirinya di kehidupan nyata. Suaminya (Vidi Aldiano) kan sedang sakit kanker, dan orang yang sakit kanker tidak tahu akan dijemput kapan oleh Yang Maha Kuasa (semoga Vidi panjang umur ya Allah). 
Jadi di film ini dia juga seolah-olah bilang ke Vidi,
“Andaikan waktu bisa kukendalikan, aku juga akan ngelakuin hal ini ke kamu: balik ke masa lalu, ngubah hidup kamu, agar kamu nggak cepat ninggalin aku.”
Hmmm… so sad :(

Tapi ya, tukang casting-nya nih benar-benar pintar dalam mencari pemeran menurutku. Contohnya saja Sheila Dara, bisa pas gitu kan? hehe.

Aku juga menyoroti soundtrack filmnya, “Terbuang dalam Waktu” – Barasuara. Di akhir film, lagu ini memang menjadi kunci kedua.
Kunci pertamanya itu adegan salaman Sore dan Jonathan, kunci keduanya lagunya, kunci ketiganya aurora.

Komentar

Posting Komentar