Minggu, 14 Desember 2025

Hari ini parade kostum angkatan kami resmi dimulai. Banyak sekali karakter yang ditampilkan, baik oleh tim yang sudah ditentukan maupun yang dibentuk sendiri. Timku, seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, mengusung tema Dokter Cinta. Konsepnya menggambarkan seorang pasien yang mengalami stres berat karena kehilangan orang yang ia cintai. Singkat cerita, pasien tersebut stres karena suaminya telah meninggal dunia, sehingga ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Aku pribadi merasa sangat senang karena akhirnya bisa dipanggil “Bu Dokter” oleh mama dan ayahku, juga oleh teman-teman di kampus. Hal sederhana seperti itu ternyata cukup membuatku bahagia.

Namun, pelaksanaan kegiatan hari ini sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan ekspektasiku. Awalnya, aku sudah menyampaikan kepada tim bahwa rencananya pasien akan berlari-larian di jalan, berpura-pura mengganggu orang-orang sekitar. Di saat yang sama, kami akan menawarkan jasa kami sebagai “dokter”, seperti berpura-pura mendiagnosis orang, mengecek tensi, lalu berfoto menggunakan properti yang telah disiapkan. Setelah itu, kami akan membagikan “obat cinta” berupa permen. Itulah gambaran yang sejak awal ada di kepalaku.

Sayangnya, sepertinya kedua temanku kurang memahami maksud konsep tersebut. Akhirnya, kami tidak benar-benar melakukan proses “diagnosis” seperti yang direncanakan. Kami justru lebih banyak berfoto bersama dan sekadar membagikan permen. Saat berada di bundaran pun, kami berpencar. Mereka memilih memisahkan diri untuk berfoto dengan teman-teman mereka masing-masing. Aku sendiri akhirnya ikut berpisah dan mendekatkan diri ke temanku yang sedang berjualan gorengan.

Kalau dipikir-pikir lagi, kami memang tidak sepenuhnya menjalankan peran sesuai dengan jobdesk karakter yang telah dibuat. Namun, sejauh ini semuanya tetap terasa menyenangkan dan menjadi pengalaman yang seru untuk dikenang.

Komentar