EXHUMA

Exhuma adalah film horor Korea yang benar-benar meninggalkan trauma. Film ini tidak banyak menampilkan sosok setan secara eksplisit, tetapi justru menyerang mental dan psikis penonton. Rasa tidak nyaman itu bertahan bahkan setelah film selesai. Bahkan di akhir, para pemain merasakan hal serupa.

Jika dilihat secara gamblang, Exhuma memang terasa berbelit dan membingungkan. Tidak sedikit penonton yang akhirnya tidak paham. Namun, inilah sudut pandangku. Penjelasan yang kutulis ini memang tidak ditampilkan langsung di dalam film, melainkan terjadi sebelum cerita film dimulai, sebagai asal-usul dari semua peristiwa yang muncul.

Pada abad ke-16, ketika Korea masih disebut sebagai Semenanjung Korea, wilayah ini kerap diibaratkan menyerupai seekor harimau. Pada masa itu terjadi perebutan wilayah antara Jepang dan Korea. Perang yang berlangsung bukan hanya menggunakan senjata, tetapi juga melibatkan praktik ilmu hitam.

Di Jepang, terdapat seorang jenderal yang sangat hebat. Ia digambarkan mampu mengalahkan dan menebas sepuluh ribu pasukan Korea sekaligus. Namun, pada akhirnya jenderal tersebut gugur di tangan orang Korea. Kekalahan itu tidak dapat diterima oleh pihak Jepang. Jenderal tersebut tidak dikuburkan sebagaimana mestinya, melainkan dijadikan wadah untuk menciptakan sebuah siluman, siluman pasak besi yang sangat kuat.

Siluman ini menyerupai sosok sang jenderal dan disebut sebagai Shogun.
Setelah perang berakhir, siluman pasak besi tersebut dikubur di tengah-tengah Semenanjung Korea, tepat di koordinat 38.3417, 128.2389, yang kini dipercaya sebagai wilayah perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Perpecahan wilayah ini diyakini terjadi karena pasak besi yang ditanam oleh Jepang.

Lalu, siapa yang menciptakan siluman pasak besi tersebut? 
Di Korea, terdapat seorang dukun yang sangat hebat dan keahliannya diakui oleh banyak orang. Ia dikenal sebagai Biksu Gisune, atau dalam bahasa Jepang disebut Kitsune, yang berarti rubah. Namun, ia justru berkhianat dan memihak Jepang dengan membantu menciptakan siluman pasak besi tersebut.
Siluman itu kemudian dikuburkan di koordinat yang telah disebutkan. Inilah sebabnya muncul kalimat, “Rubah itu melukai punggung harimau.”

Pengkhianatan Gisune inilah yang dipercaya menjadi penyebab terbelahnya Semenanjung Korea. Kuburan yang dibuat Gisune tidak diketahui oleh siapa pun dan menjadi tempat yang keramat sekaligus terkutuk karena di sanalah siluman pasak besi dikuburkan. Karena kekuatannya, Gisune dianggap bukan lagi manusia biasa, ia diibaratkan seperti siluman. Itulah sebabnya ia digambarkan tidak mati-mati.

Kuburan tersebut diberi berbagai pelindung agar siluman tidak bangkit kembali, salah satunya adalah ular berkepala manusia sebagai penjaga alam. Namun, Gisune belum menemukan penjaga yang berasal dari manusia.
Bertahun-tahun kemudian, Gisune bertemu dengan generasi Korea baru yang tidak mengetahui kisah kelam tersebut. Ia kemudian hidup sebagai seorang ahli feng shui.

Pada suatu waktu, sebuah keluarga kaya kehilangan salah satu anggota keluarganya dan mencari tanah untuk pemakaman. Di situlah mereka bertemu dengan Gisune. Tanpa mengetahui apa pun, keluarga tersebut diberi tanah pemakaman yang ternyata merupakan kuburan keramat siluman pasak besi.
Karena dimakamkan di tempat itu, arwah leluhur keluarga kaya tersebut tidak menerima keadaannya. Kuburan itu pun tidak pernah dipindahkan selama ratusan tahun. Dari situlah muncul dendam yang akhirnya tertuju kepada keturunan mereka sendiri.

Komentar