“Kodrat perempuan mengurus anak dan memasak.”
Sebenarnya, yang banyak membangun patriarki di zaman sekarang justru orang tua. Anak perempuan dipanggil untuk masak nasi, sedangkan anak laki-laki dipanggil untuk makan. #izin🙏🏻
Ya, walaupun sebenarnya memasak, mencuci, membersihkan rumah adalah basic skill setiap manusia.
Sekarang, patriarki malah terasa lebih parah dari dulu. Banyak kasus di mana suami justru menjadi princess di rumah, sementara istrinya mencari nafkah ke luar negeri sebagai TKW. Dan tidak jarang pula, kita membaca berita tentang para suami yang berselingkuh karena istrinya jarang dirumah, a.k.a bekerja.
Ada juga kasus yang sedang hangat, seorang publik figur di sebuah podcast mengatakan bahwa ia tidak sanggup membiayai kebutuhan istrinya, meskipun istrinya menjanjikan rumah rapi dan makanan tersedia di tudung saji. Saat ditanya bagaimana jika istrinya berhenti bekerja, ia menjawab bahwa hal itu gak make sense dan gak apple to apple.
Karena hal-hal inilah, banyak perempuan muda sekarang memilih belum menikah. Bukan tanpa alasan, tapi karena terlalu banyak hal yang ditakutkan. Mungkin memang tidak semua laki-laki seperti itu, tetapi cara berpikir perempuan-perempuan di luar sana sudah terekspos bahkan tereksploitasi oleh berita-berita semacam ini. Pernikahan itu gak se-menyeramkan berita-berita yang ada di tiktok, pernikahan akan terasa indah jika yang merasakan bahagia nya kedua belah pihak. #izin.
Pekerjaan rumah, jika bisa dilakukan sama-sama kenapa enggak?
Dan kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan media sosial yang mereka gunakan, karena ini memang terjadi di sekitar kita. Kita tidak bisa membatasi orang dalam bersosial media. Yang bisa kita lakukan hanyalah memilah, mana yang baik dan mana yang buruk untuk dijadikan pembelajaran. Kita sebagai penikmat media sosial juga sebenarnya jangan menjadikan media sosial sebagai standar hidup, cukup jadikan pembelajaran.
#IZIN
Lanjutkan
BalasHapusGaitonde mengenyamatimu
BalasHapus