Trend “unboxing uang mahar” belakangan ini ramai di media sosial, terutama TikTok. Hari ini saja, bukan satu video yang lewat di berandaku, tapi sudah tiga.
Ironisnya, banyak yang menganggap konten ini sekadar bahan bercanda. Padahal jika dilihat dari sisi kemanusiaan dan psikologis, ini bisa masuk ke pelecehan simbolik terhadap perempuan. Perempuan secara tidak langsung direndahkan, diposisikan seperti barang yang dibeli, lalu dinilai setelah “didapatkan”. Pernikahan pun digambarkan seolah-olah menjadi wadah transaksi pembelian perempuan.
Pola pikir kayak gini berbahaya. Ketika relasi dibangun di atas logika jual-beli, akan selalu ada pihak yang merasa “membayar” dan pihak lain yang “dibeli”. Dari sanalah ketimpangan dimulai. Bukan dari pertengkaran besar, tapi dari cara pandang kecil yang dinormalisasi lewat candaan. Dan cara pandang inilah yang sering menjadi awal dari rumah tangga yang tidak harmonis.
Komentar
Posting Komentar