Hari pertama Ramadhan kali ini terasa lebih hangat dari sebelumnya. Tahun ini, Di rumah nenek, aroma masakan dan tawa keluarga menyambut kami dengan hangat. Dan aku, ditugaskan membawa kue untuk berbuka puasa.
Melihat promo di Instagram Hypermart, bolu marmer yang biasanya seharga Rp23.500 kini ditawarkan Rp17.500. “Lumayan,” pikirku. Bersama kedua temanku, kami bergegas ke Hypermart dengan semangat berburu kue promo.
Namun, kenyataan tak selalu seindah yang terlihat di layar. Setibanya di rak, harga bolu itu terpampang Rp27.500, jauh dari yang dijanjikan. Bukan soal kemampuan untuk membeli, tapi soal ketidaksesuaian antara iklan dan realita. Tapi aku memaklumi, mungkin saja yang bertugas mengelola media sosial sedang lelah, makanya dia salah unggah foto.
Tapi, bayangkan jika ada seorang yang uangnya pas-pasan, berharap membawa pulang kue untuk berbuka, namun harus menghadapi harga yang berbeda. Sebuah pengalaman sederhana yang mengingatkan kita,
kadang, realita bisa mengejutkan lebih dari promo manis di layar gawai.
Komentar
Posting Komentar