Bersujudlah, bahkan ketika kamu pendosa

Ada manusia yang ketika hari hisab tiba, dosa yang dia lakukan di bumi tidak dipertontonkan dihadapan manusia lain. Ada ruang privat yang di berikan Allah untuknya, percakapan empat mata antara Allah dan hambanya. Lalu Allah berfirman,

"Apakah engkau tahu dosa ini?"

Satu persatu dosa yang di lakukan di bumi ditampilkan pada layar yang lebih besar dari bioskop di hadapan mata manusia,

"Kamu dulu melakukan ini ya?"
"iya, ya Allah"

Semua di sampaikan, sampai hamba itu mengakui perbuatannya. Tubuhnya gemetar ketakutan, tangan berkeringat, dada berdegup kencang, dan mata berkaca-kaca, sampai dia terjatuh dan mengira dia akan binasa. Dia yakin dirinya akan masuk neraka. Dia merasa, dosanya sudah terlalu banyak, semuanya sudah diketahui, tidak ada lagi yang bisa disembunyikan.

Namun kemudian Allah berfirman,

"Aku telah menutupi dosa-dosa tersebut untukmu di dunia, dan hari ini Aku mengampuninya untukmu."

Lalu diberikanlah catatan kebaikan-kebaikan hamba tersebut. Inilah orang-orang yang mendapatkan ampunan. Karena itu, ada satu doa yang memiliki makna begitu dalam,

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku.

Sebab itu, sholatlah sampai sholat terasa ringan. Sholatlah sampai kamu merasa tidak ingin meninggalkannya. Sholatlah sampai kamu tahu betapa nikmatnya sholat, walaupun kamu bukan orang yang baik. Sebab nanti, sholat itu sendiri yang akan membuatmu menjadi baik.

Tetaplah sholat meski rasanya hambar. Tetaplah sholat meski mendengar Al-Qur’an tidak membuat hati tertampar. Tetaplah sholat meski ceramah, hadist, dan berbagai pengingat belum membuat diri sadar. Tetaplah sholat untuk terus menguji kesabaran. Tetaplah sholat meski masih melakukan maksiat. Tetaplah sholat ketika diri berdosa. Dan tetaplah sholat untuk Allah Yang Maha Esa.

Sedingin apa pun waktu subuh, sepanas apa pun waktu dzuhur, sesibuk apa pun waktu asar, secapek apa pun waktu maghrib, dan sengantuk apa pun waktu isya, kalau ada iman di hati, kamu akan tetap sholat, dan tidak punya alasan untuk meninggalkannya.

Dalam buku Sisi Tergelap Surga, ada satu kalimat sederhana,

"Tuhan itu urusannya sama diri sendiri. Sedosa-dosanya kamu, tetaplah dirikan sholat. Sebab urusan sholatnya diterima atau tidak, itu sudah bukan ranah manusia lagi, itu urusan Tuhan. Pokoknya tetap sholat."

Sebab serusak-rusaknya seorang hamba, jika ia kembali bersujud, Allah tetap mengampuni dosa-dosanya. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an (QS. An-Nahl: 119), bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi mereka yang kembali, bertaubat, dan memperbaiki diri.

Komentar