by cesa to nisa,
"Meski kakiku hampir patah, dan napas ini seakan telah melambaikan tangan, tubuh yang babak belur dan bayang kegagalan bergumul riuh di kepalaku. Tak akan kubiarkan ia menang. Sebab apa pun yang terjadi, yang boleh membuatku berhenti hanyalah kematian. meski tak ada tepuk dan sorak, aku akan tetap memaksa langkah, untuk terus bergerak, meski sekedar napas menghela"
Komentar
Posting Komentar