Ada seseorang yang akhirnya sadar
bahwa ia telah terlalu lama membersamai sesuatu,
namun tak pernah benar-benar dianggap.
Ada seseorang yang raganya telah sakit,
tetapi tetap memaksa dirinya berjalan,
seolah lelah tak pernah diberi hak untuk berhenti.
Ada pula seseorang yang berusaha menutup luka lama,
namun nyerinya masih tinggal,
bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.
Kamu tidak akan benar-benar mampu
meninggalkan suatu keadaan
selama hatimu masih sibuk
menceritakan luka
dan menyimpan kebencian pada pelakunya.
Perihal balas-membalas,
tak perlu menunggu hancurnya seseorang,
apalagi berharap karma datang secepat keinginan.
Perubahan lahir dari hati
yang ikhlas menerima apa yang telah terjadi,
serta keberanian untuk beranjak
dari tempat yang sejak awal
memang bukan tempatmu berdiri.
Selama hatimu masih sibuk
menagih keadilan pada manusia,
langkahmu akan selalu terasa berat.
Sebab perubahan dimulai ketika
kita menyerahkan segalanya kepada Tuhan,
dan memilih melangkah pergi
dari tempat yang tak lagi
memberi ruang untuk bertumbuh.
Komentar
Posting Komentar