Ikatan Yang Dipeluk

Kadang manusia merasa sudah berdamai dengan masa lalu. Tidak lagi mencari kabar, tidak lagi menunggu pesan, tidak lagi memutar ulang kenangan dengan sengaja. Siangnya terasa biasa saja. Hidup berjalan seperti seharusnya.
Tapi atau…...kamu pernah memimpikan seseorang?

Awalnya mimpimu biasa saja. Lalu di sela-selanya, dia muncul. Datang membawa sesuatu. Mendekat dengan tatapan yang menyimpan banyak sendu. Mengatakan rindu. Memelukmu seperti tidak pernah ada jarak. Dan kamu membalas pelukan itu, tanpa berbicara sepatah-kata.

Lalu kamu terbangun.

Jam tiga pagi. Sunyi. Dan dadamu terasa sesak.

Itu pasti pernah terjadi, dan mungkin itu bukan sekadar bunga tidur. 
Dalam Teori Attachment, ketika seseorang pernah menjadi figur yang memberi rasa dekat dan aman, otak kita menyimpannya sebagai ikatan emosional. Ikatan itu tidak hilang begitu saja hanya karena waktu berjalan. Ia bisa saja diam di siang hari, tapi aktif kembali ketika ada pemicu.

Dan pemicu itu sering kali sederhana. Lagu, suasana malam yang sepi, rasa lelah setelah hari yang panjang, perbincangan tentang masa sekolah, bahkan perasaan kosong yang muncul sesaat. Otak bekerja dengan asosiasi. Jadi walaupun kamu merasa tidak memikirkannya, bisa saja ada suasana atau emosi yang mirip dengan dulu, lalu tanpa sadar mengaktifkan kembali memori yang tersimpan.

Di dalam mimpi, kamu seperti “mendapatkan kembali” kedekatan itu. Dipeluk, diakui, dirindukan. Hangatnya terasa nyata. Tapi ketika bangun, semuanya hilang dalam hitungan detik. Sistem kelekatan dalam diri seperti mengalami kehilangan lagi. Itulah kenapa sesaknya terasa nyata, bukan sekedar di mimpi saja. Bahkan terkadang, tangis yang di alami di alam mimpi, juga di alami di kehidupan nyata. Saat bangun, mata sembab dan dada sesak. Kejadiannya terasa nyata.

Ada juga yang disebut ambiguous loss, kehilangan yang tidak benar-benar jelas. Orangnya masih ada di dunia ini, tapi tidak lagi ada dalam hidupmu seperti dulu. Tidak ada penutupan (closure) yang benar-benar tegas dan jelas. Hal-hal yang menggantung seperti ini cenderung menetap lebih lama dalam batin dan ingatan, lalu mimpi menjadi salah satu cara pikiran memprosesnya.

Terutama di dini hari, saat fase tidur paling nyaman, bagian emosional otak lebih aktif daripada logika. Maka yang muncul bukan hanya gambar, tapi rasa yang sempurna. Rindu. Hangat. Lalu kosong.

Mungkin yang dirindukan bukan hanya orangnya. Bisa jadi yang dirindukan adalah perasaan dipilih. Diperhatikan. Dipeluk dengan yakin.

Dan sesak itu… bukan tanda kamu belum selesai dengan masa lalu.
Tapi tanda bahwa pernah ada ikatan yang enggan untuk batin lupakan.

Komentar