sekarang mari menjelajah ke pemikiran masing-masing. zaman sekarang uang dianggap sebagai penentu bahagia, benar kan?
tadi dikatakan bahwa sang ibu adalah orang tua tunggal, yang dimana hanya seorang diri yang membiayai kebutuhan dirumah dan juga membersihkannya, dan ini tidak menutup kemungkinan, ibunya sering "tidak sengaja" melontarkan kalimat yang tidak mengenakkan hati kepada anaknya saat lelah. dan tidak menutup kemungkinan saat almarhum meminta uang untuk membeli buku ibunya melontarkan kalimat-kalimat yang tidak mengenakkan hati, kondisi keuangan berpengaruh ke psikolog ibunya. anaknya butuh uang dan dia sedang tidak memegangnya. dia tidak marah, hanya tidak sengaja.
kedua, bantuan sosial yang tidak merata diseluruh negeri. iya tau, indonesia luas banget, masyarakat pedalaman harus sabar kan?
sampai kapan?
disini jelas sekali dikatakan bahwa keluarga yang bersangkutan tidak mendapatkan bantuan sosial. Jadi, bantuan sosial di Indonesia masih belum merata, apa yang dapat hanya yang dikenal saja? #IZIN
ketiga, perihal program MBG. ini pertama kalinya aku mengkritik tentang MBG. program ini juga sama hal nya dengan bantuan sosial. tidak merata, dan tidak tersampaikan ke masyarakat-masyarakat di pedalaman. iya tau, Indonesia luas, harus sabar kan? ada gilirannya kan?
tapi kapan? sampai dana nya habis? atau diakhir jabatan baru merasakan?
MBG ini baru terasosiasi kan ke kota-kota saja. belum sampai ke desa. di sekolah negeri di kota, juga ada anak pejabat bukan? di desa, anak petani?
jadi kesannya, kayak membenarkan kalimat "yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin." #IZIN
iya tau, gak semua anak pejabat sekolah di sekolah Negeri.
menurutku, lebih baik program MBG ini di hentikan dan di alihfungsikan ke bantuan-bantuan ke siswa berupa alat sekolah. kayak buku dll. gak setiap hari, cukup satu atau dua kali dalam satu semester. dana nya juga gak akan sebanyak dana MBG yang satu anak 15k sehari.
aku hanya mahasiswa awam yang berpendapat di blog pribadi. setiap orang berhak berpendapat.
#IZIN
speak louder sisstt
BalasHapus#izinnn