23 to 23

Terkadang kita merasa langkah kita berjalan terlalu lambat, seolah-olah tertinggal jauh dari orang lain. 

Kita melihat teman-teman telah sampai pada titik tertentu dalam hidup mereka, sementara kita masih berjuang melalui persimpangan yang penuh liku. Perasaan tersebut hal yang wajar dan sangat manusiawi. Namun, perlu diingat bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing. 

Tuhan telah menetapkan takdir setiap hamba dengan ketentuan yang unik, bukan untuk dibandingkan, melainkan untuk dijalani dengan penuh suka rela.

Apabila hari ini kamu merasa tertinggal, ingatlah bahwa kamu masih berdiri hingga saat ini. Kamu tetap kuat sejauh ini, masih bisa bernafas, masih dapat berbuka puasa dengan santapan lezat, meskipun berbagai hal sedih harus kamu hadapi seperti tugas fotografi jurnalistik. Bisa melewati hari yang enggan kamu jalani adalah bukti bahwa kamu jauh lebih tangguh daripada yang selama ini kamu bayangkan. 

Kita tidak pernah benar-benar terlambat. Selama masih diberi kesempatan untuk bernapas, selalu ada peluang untuk berusaha, ruang untuk bermimpi, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Di sisi Tuhan, yang dinilai bukanlah siapa yang paling cepat mencapai tujuan, melainkan siapa yang paling sabar, paling tulus, dan paling istiqamah dalam menjalani prosesnya.

Karena itu, mari tenangkan hati. Hidup tidak harus cepat, tapi harus bisa tepat. Tidak harus sekarang, tapi harus bisa diusahakan mulai dari sekarang. Tak mengapa jalanmu pelan, asalkan pasti arah dan tujuan. Tak rehat sehariam penuh dikamar kost'an, asalkan jangan menyerah.

Komentar