Aku sebenarnya suka banget sama hubungan Aqeela dan Fattah. Bahkan dari awal, alasan aku tertarik nonton sinetron ini juga karena feel mereka berdua. Ada chemistry yang dapet, hubungan yang terasa hidup. Tapi semuanya berubah sejak mereka putus karena orang ketiga. Jujur, sejak itu aku sempat kehilangan minat nonton, lama banget gak ngikutin, sampai akhirnya baru sekarang tertarik lagi.
Aku memang masih tim Fatqeel, tapi sekarang rasanya beda. Ada perasaan ragu kalau mereka harus balik lagi. Mungkin karena sebagai perempuan, aku gak bisa menutup mata dari bagaimana sakitnya Aqeela dulu. Hubungan empat tahun itu kandas dengan cara yang gak baik-baik saja, dan itu bukan luka kecil.
Sekarang Aqeela sudah terlihat lebih tenang, dan di situ ada peran Harry. Memang hubungan mereka terasa lebih flat dan monoton, tapi justru dia yang membantu Aqeela sembuh. Dan itu bikin aku mikir, apakah harus kembali ke seseorang yang pernah jadi sumber lukanya?
Tapi di sisi lain, aku juga percaya, kadang dua orang memang harus berpisah dulu untuk benar-benar sadar kalau mereka saling mencintai. Waktu bisa mengubah orang. Fattah yang sekarang mungkin bukan yang dulu. Dia bisa saja datang dengan versi yang lebih baik, setelah benar-benar merasakan kehilangan.
Hanya saja, untuk sekarang aku belum sepenuhnya setuju kalau Aqeela harus kembali. Bukan karena mereka gak cocok, tapi karena lukanya itu nyata, dan Aqeela yang sekarang sudah menemukan ketenangan yang dulu tidak dia punya.
Mungkin kalau mereka memang ditakdirkan kembali, itu bukan karena perasaan lama yang masih ada, tapi karena mereka benar-benar sudah berubah.
Dan untuk saat ini, aku memilih untuk melihat dulu. Karena jujur saja, aku juga gak tahu… kalau nanti lihat episode selanjutnya, apakah aku masih akan berpikir seperti ini, atau justru ikut luluh lagi seperti dulu.
Komentar
Posting Komentar