Di bumi yang katanya sekarang admin-nya dipegang Trump ini, aku, kamu, dan mungkin banyak orang lain pernah merasakan nge-stuck pada satu orang yang sama. Cintanya tidak besar, tidak juga kecil, tapi cukup untuk membuat satu nama betah tinggal di dalam diri, bahkan sampai bertahun-tahun.
Lucunya, orang itu kadang bukan mantan. Bahkan mungkin tidak pernah benar-benar menjadi siapa-siapa dalam hidup kita. Kalian mungkin tidak pernah menjalin hubungan, atau mungkin terlihat seperti menjalin hubungan, padahal tidak ada status yang bisa benar-benar ditunjukkan ke orang lain.
Dan setelah lama dipikir-pikir, sebenarnya yang membuat kita sulit move on sering kali bukan orangnya. Yang membekas justru pengalaman pertama yang kita dapatkan dari orang itu.
Misalnya waktu SMA kamu tidak pernah jalan berdua dengan cowok ke kota karena takut dimarahi orang tua. Tapi ketika jalan dengan dia, entah bagaimana malah dibolehkan. Dari situ kamu merasakan sesuatu yang baru, rasa bebas, rasa dipercaya, atau sekadar perasaan bahwa akhirnya kamu bisa melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah kamu lakukan.
Hal-hal seperti itu sering disebut sebagai first experience. Bukan sekadar momen pertama, tapi pengalaman pertama yang terasa istimewa karena ada emosi di dalamnya.
Psikologi bahkan punya penjelasan sederhana tentang kenapa hal seperti ini sulit dilupakan. Ada konsep yang disebut Zeigarnik Effect, yaitu kecenderungan otak untuk lebih mudah mengingat sesuatu yang terasa belum selesai. Hubungan yang tidak jelas arahnya, perasaan yang tidak pernah benar-benar diungkapkan, atau cerita yang berhenti di tengah jalan sering kali justru tinggal lebih lama di ingatan.
Karena itu, yang kita simpan selama ini mungkin bukan orangnya semata. Bisa jadi yang kita ingat adalah versi diri kita saat mengalami semua itu untuk pertama kali.
Sekarang mungkin kamu sudah pernah melakukan hal yang sama lagi. Kamu sudah pernah jalan berdua lagi, sudah pernah ke kota lagi, bahkan mungkin dengan orang yang berbeda. Tapi rasanya tetap tidak sama. Tidak semendebarkan waktu pertama kali kamu mengalaminya.
Bukan karena pengalaman itu sudah tidak spesial. Tapi karena pengalaman pertama selalu punya tempat sendiri di ingatan.
Karena dia adalah bagian dari banyak first experience kita, wajar kalau namanya sulit dilepas dari kepala. Banyak hal yang pertama kali kita rasakan justru terjadi saat bersama dia.
Dan meskipun sekarang pengalaman itu sudah sering kita lakukan lagi, rasanya tetap berbeda.
Bukan karena momennya berubah.
Tapi karena orangnya bukan dia.
Mungkin kita memang tidak selalu bisa menghapus seseorang dari ingatan. Tapi setidaknya kita bisa belajar menerima bahwa dia hanyalah bagian dari pengalaman pertama dalam hidup kita. Kenangan itu boleh tetap ada, tapi hidup kita tetap harus berjalan ke depan, dengan pengalaman-pengalaman baru yang suatu hari nanti juga akan terasa sama berharganya.
Jangan sampai karena sulit melupakan first experience, kita justru menutup jalan bagi orang lain yang ingin datang dan berjalan ke arah kita.
Komentar
Posting Komentar