sumber: pinterest
Gerhana bulan terjadi tiap tahun.
Tapi tahun ini terasa berbeda.
Pada 3 Maret 2026, di tengah bulan Ramadhan, langit malam menghadirkan gerhana yang datang bersamaan dengan waktu shalat tarawih. Tepat ketika umat Muslim berdiri dalam saf dan doa-doa yang mulai dilangitkan, bulan perlahan berubah.
Dari yang biasanya terang, pelan-pelan menggelap. Langit malam seperti ikut hening, seirama dengan bacaan imam yang menggema dari masjid.
Secara ilmiah, gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari tak sampai ke bulan. Karena itu, bulan tampak gelap, bahkan kemerahan.
Namun di Kecamatan Kapuas Barat, gerhana bukan hanya soal bayangan bumi.
Ada mitos yang masih dipercaya sebagian warga.
Anak-anak dan remaja diminta tidak keluar rumah saat gerhana. Kata orang tua dulu, kalau nekat keluar, rambut bisa cepat beruban.
Bukan hanya itu.
Sejumlah orang tua juga punya kebiasaan lain. Sejak siang mereka sudah menunggu waktu gerhana. Saat bulan mulai tertutup, rambut mereka ditutup tapih atau bahalai. Lalu mereka menuju kebun, menyentuh dan menepuk batang tanaman sambil berkata pelan, berharap pohon cepat tumbuh dan berbuah.
Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar mitos.
Tapi bagi warga yang menjaganya, itu adalah warisan cerita dan harapan yang turun-temurun sehingga masih ada menerapkannya sampai sekarang.
Di malam Ramadhan ini, gerhana memang hanya berlangsung beberapa saat. Tapi cerita dan mitos yang menyertainya sudah hidup bertahun-tahun.
Langit boleh berubah, bulan boleh menggelap, tapi doa dan harapan warga tetap menyala🔥
Komentar
Posting Komentar