Lensa Ramadhan: Rasa Syukur di Bulan yang Tunggal

sumber: Gemini


Bulan Ramadan selalu membawa cerita-cerita kecil yang bermakna. Bagi sebagian orang, berbuka puasa di masjid yang ramai mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun bagi sebagian lainnya, kesempatan itu bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Di Palangka Raya, beberapa tempat sering menjadi tujuan masyarakat untuk berbuka puasa bersama. Masjid Kecubung dan kawasan Jalan Lawu termasuk di antaranya. Setiap Ramadan, tempat-tempat tersebut ramai oleh warga yang datang untuk menunggu azan magrib.

Juliana, mahasiswi yang tinggal di sebuah rumah kost di kota itu, pengalaman berbuka puasa di tempat-tempat tersebut sebelumnya hanya sebatas keinginan belaka.

Semenjak berkuliah, Juliana tidak memiliki kendaraan pribadi. Karena itu, ia biasanya hanya berbuka puasa di dirumah atau masjid terdekat yang masih bisa ia tempuh dengan berjalan kaki 

“Selama ini aku buka puasa di masjid dekat sini saja, yang bisa dijangkau jalan kaki,” ujar Juliana.

Sebenarnya ia sering mendengar cerita tentang suasana berbuka puasa di Masjid Kecubung maupun di Jalan Lawu. Ia pun pernah berharap bisa merasakan pengalaman yang sama.

“Aku ingin sekali mencoba buka puasa di sana,” katanya.

Namun keterbatasan membuat keinginan itu terasa sulit. Teman-teman kostnya lebih sering memilih berbuka puasa di kamar, sementara ia tidak memiliki motor untuk pergi ke tempat yang lebih jauh.

Meski begitu, ia tetap menyimpan harapan sederhana di bulan Ramadan.

“Aku sempat berdoa semoga suatu saat bisa buka puasa di Kecubung atau di Lawu,” ujarnya.

Tak disangka, doa itu perlahan terwujud. Beberapa hari lalu ia diajak oleh teman SMA-nya untuk berbuka puasa di Masjid Kecubung. Meski saat itu sedang kurang sehat, Juliana tetap memutuskan untuk ikut.

“Walaupun lagi sakit, aku tetap mau karena itu memang yang aku harapkan,” katanya.

Kesempatan lain datang pada Rabu, 4 Maret 2026. Saat berbincang dengan temannya, Diba, ia mengetahui bahwa mereka berencana berbuka puasa di kawasan Jalan Lawu.

Awalnya Juliana ragu karena tidak memiliki kendaraan. Namun keinginannya untuk mencoba pengalaman itu membuatnya memberanikan diri meminjam motor milik temannya, Silva.

Ia berjanji hanya akan meminjam sebentar dan langsung mengembalikannya setelah waktu magrib.

“Alhamdulillah Silva mau meminjamkan,” ujarnya.

Akhirnya Juliana bisa sampai di Jalan Lawu dan merasakan suasana berbuka puasa yang selama ini hanya ia dengar dari cerita orang lain.

“Alhamdulillah akhirnya bisa buka puasa di sana,” kata Juliana.

Hal seperti mungkin nampak sederhana. Namun bagi sebagian orang, perjalanan  itu menjadi pengingat bahwa hal-hal yang tampak biasa sering kali memiliki makna yang luar biasa yang bagi orang tertentu. 

Di tengah keterbatasan yang ada, Juliana belajar bahwa rasa syukur tidak selalu datang dari hal-hal besar. Terkadang, kebahagiaan justru hadir dari kesempatan sederhana yang akhirnya terwujud, tepat pada waktu yang tidak disangka-sangka.

Selamat berpuasa❤️

Komentar