Pembekuan Tubuh Manusia di Balik Film Frozen: Mitos atau Fakta




Aku baru saja selesai menonton film Disney, Frozen. Aku memang suka sekali dengan Frozen, bahkan bisa dibilang secinta itu. Dulu waktu film ini sedang ramai pada tahun 2013, banyak orang memakai baju bertema Frozen. Aku juga sampai membeli baju Frozen untuk dipakai saat Lebaran karena saking sukanya.

Kalau bicara soal Disney, siapa sih yang tidak suka? Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa pasti kenal Disney. Target pasar mereka sangat luas, makanya produk-produknya selalu laku di mana saja. Dari dulu, sejak era Walt Disney, perusahaan ini terus berkembang. Awalnya hanya film kartun, sekarang sudah banyak juga versi live action. Contohnya film-film Disney Princess yang hampir semuanya sudah dibuat versi live action.

Kalau membicarakan Disney, berarti kita juga sedang membicarakan sebuah perusahaan besar beserta orang-orang di dalamnya. Nah, di balik kesuksesan film-film kartun ini, ternyata ada juga berbagai teori yang beredar di internet.

Saat sedang berselancar di internet, aku menemukan beberapa teori tentang film Frozen. Film ini memang sangat sukses pada tahun 2013. Namun di balik kesuksesannya, muncul beberapa teori konspirasi. Salah satu teori mengatakan bahwa beberapa film Disney dibuat untuk menutupi kebenaran tentang Walt Disney sendiri.

Teori ini mengklaim bahwa Walt Disney sebenarnya dibekukan setelah meninggal, supaya suatu saat nanti bisa dihidupkan kembali di masa depan. Bahkan ada yang percaya bahwa film Frozen dibuat untuk “menenggelamkan” pencarian tentang hal tersebut di internet.

Alasannya begini: sebelum film Frozen rilis, jika orang mencari kata “Frozen” atau “Walt Disney Frozen” di internet, hasil pencariannya sering berkaitan dengan rumor bahwa Walt Disney dibekukan setelah meninggal. Namun setelah film Frozen dirilis dan menjadi sangat populer, ketika orang mencari kata “Frozen”, yang muncul justru Elsa dan Anna, karakter utama film tersebut.

Teori ini juga menyebutkan bahwa Walt Disney sebenarnya tidak benar-benar dimakamkan, melainkan tubuhnya diawetkan dengan cara dibekukan menggunakan teknologi Cryonics. Cryonics adalah teknologi yang bertujuan membekukan tubuh seseorang agar suatu hari nanti bisa dihidupkan kembali ketika teknologi medis sudah lebih maju. Teori ini juga menyebutkan bahwa tubuh Walt Disney disembunyikan di salah satu wahana Disneyland.

Karena Walt Disney meninggal akibat kanker, sebagian orang berspekulasi bahwa ia ingin dibekukan agar suatu saat nanti bisa melihat perkembangan karya-karyanya di masa depan.

Di sisi lain, banyak cerita asli dari dongeng yang diadaptasi Disney sebenarnya jauh lebih gelap dibanding versi filmnya. Misalnya cerita Cinderella. Dalam beberapa versi cerita lama, saudara tirinya sampai memotong bagian kaki mereka agar bisa muat di sepatu kaca tersebut. Bahkan diceritakan sepatu itu sampai berdarah sebelum akhirnya dipakai oleh Cinderella yang sebenarnya.

Lalu, apakah teori tentang Walt Disney yang dibekukan itu benar?

Menurutku pribadi, kemungkinan besar itu hanyalah teknik pemasaran atau sekadar rumor yang berkembang di internet. Memang benar bahwa teknologi cryonics sudah ada pada masa itu, dan Walt Disney adalah orang yang sangat kaya sehingga secara teori ia mungkin saja menggunakan teknologi tersebut. Namun jika benar tubuhnya dibekukan, rasanya kecil kemungkinan tempat penyimpanannya diketahui banyak orang.

Teori yang mengatakan bahwa tubuh Walt Disney disembunyikan di salah satu wahana di Disneyland terasa kurang masuk akal. Walt Disney adalah tokoh besar dan tentu saja tidak mungkin tidak memiliki musuh. Jika tubuhnya benar-benar disimpan di tempat yang diketahui publik, bisa saja hal itu dimanfaatkan oleh orang lain untuk menyerang atau melemahkan perusahaan Disney.

Karena itu, menurutku teori ini lebih mirip cerita yang sengaja atau tidak sengaja membuat orang penasaran. Rasa penasaran tersebut justru membuat orang datang ke taman hiburan Disney atau mencari informasi tentangnya di internet. Pada akhirnya, hal itu tetap menguntungkan perusahaan karena meningkatkan popularitas dan pencarian tentang Disney.

Benar atau tidaknya teori ini, menurutku kita tetap harus bijak dalam menggunakan media sosial. Di media sosial, sesuatu yang benar bisa terlihat salah, dan yang salah bisa terlihat benar. Semua kembali pada bagaimana kita menyaring informasi yang kita baca.

Dan untuk film Disney sendiri, mungkin lebih baik kita menikmatinya saja sebagai hiburan, tanpa harus selalu mengulik terlalu jauh apa yang ada di baliknya. Karena, mengetahui hal menyesakkan tentang sesuatu yang kita sukai itu menyakitkan.


Komentar

  1. sedang membayangkan, sungai kahayan membeku setelah itu pak agustiar datang sambil naik kuda

    BalasHapus

Posting Komentar