Jujur ya, ini cuma opiniku dari berita yang lewat di beranda. Aku juga nggak terlalu dalam ngulik berita ini, karena makin digali malah makin bikin pusing. Mohon maaf kalau ada salah kata atau kurang tepat, kita bawa santai saja ya.
Reihan ini orangnya introvert, tapi bukan yang introvert banget. Waktu KKN, karena lingkungannya baru, dia agak canggung dan bingung harus ngapain. Nah, Fara ini orangnya friendly. Dia yang mulai negur dan ngajak ngobrol Reihan. Singkat cerita, mereka jadi sering bareng. Padahal waktu KKN itu Fara sudah punya pacar, cuma LDR.
Karena LDR, mungkin Fara jadi makin dekat dan lengket sama Reihan. Di situ Reihan juga tahu kalau Fara sudah punya cowok. Tapi kedekatan mereka makin jauh, sampai melakukan hal-hal yang nggak wajar. Bukan cuma sekadar teman, tapi sudah sampai ciuman dan hubungan badan.
Reihan yang jarang dekat sama perempuan mungkin menganggap hubungan itu lebih dari sekadar main-main. Dia merasa ada arti lebih. Makanya dia sempat minta penjelasan ke Fara, “sebenarnya hubungan kita ini apa?” Tapi Fara menganggapnya cuma sebatas tanpa komitmen, seperti FWB saja.
Reihan minta Fara ninggalin pacarnya dan pilih dia. Karena selama ini Reihan yang selalu ada buat Fara, dari bangun sampai tidur lagi. Tapi Fara nggak mau ninggalin cowoknya yang sudah mapan itu. Di situlah Reihan mulai mengancam mau menyebarkan video-video mereka.
Makanya kalau kalian lihat di TikTok Reihan @_mzfrr, di situ ada video ciuman yang diunggah tanggal 15 Februari kemarin. Katanya itu buat mengancam Fara. Terus sepertinya waktu itu Fara sempat ngomong yang menyakitkan ke Reihan. Reihan makin sakit hati. Sudah merasa jadi pilihan kedua, ditambah lagi dikata-katain sama orang yang dia suka.
Katanya juga waktu itu Fara mau sempro. Mungkin karena kangen atau masih ada rasa, Reihan datang ke sana sekadar ingin lihat Fara sempro, dengan mengesampingkan niat buruknya. Kenapa aku bilang kangen? Karena di TikTok nya Reihan ada foto lama mereka yang di posting di hari yang sama sebelum kejadian. Positifnya dia ingin melihat Fara, tapi pas mereka ketemu, Fara nggak suka, Fara marah, mana kemarin-kemarin Raihan mengancam dia dengan hal yang tidak wajar. Lagi puasa, lagi pusing mau sempro, mungkin emosinya juga lagi naik. Keluar lah kata-kata yang nggak mengenakkan. Sementara Reihan sendiri yang sejak awal sudah merencanakan pembacokan ini tapi dikesampingkannya dulu, dengan emosi dan niat yang nggak baik. Di situ emosinya meledak, lalu terjadilah penyerangan itu.
Dan sebenarnya, kalau memang dari awal niatnya mau menghabisi, mungkin bisa saja langsung dilakukan. Tapi ada potongan video yang bilang Fara sempat ngomong buat nenangin Reihan. Karena itu katanya dia mengurungkan niat untuk membunuh. Entah benar atau tidak, tapi versi itu yang beredar.
Aku setuju kalau moral dan kriminal itu dua ranah yang berbeda. Tapi bukan berarti keduanya selalu terpisah. Banyak persoalan hukum yang juga berangkat dari pertimbangan moral masyarakat. Walaupun begitu, aku tetap nggak membenarkan pembacokan. Itu 100% salah.
Di dunia yang makin kacau ini, memang harus hati-hati dalam bersikap. Bukan mau menyederhanakan, tapi memang ada hukum sebab-akibat. Fara menerima akibatnya dengan diserang, dan Reihan menerima akibatnya dengan hukuman penjara.
Nggak ada yang menormalisasi kejahatan. Aku yang awalnya empati penuh ke korban, setelah tahu penyebab yang beredar, jadi melihatnya lebih kompleks. Korban mungkin salah secara moral, tapi pelaku jelas lebih salah secara hukum. Nggak ada yang perlu dibela. Dari yang terlibat, memang dua-duanya punya salah masing-masing. Yang bisa diambil cuma pelajarannya.
Aku juga nggak bisa bohong, ada rasa miris sama pelaku. Kadang kepikiran, “andai waktu itu dia punya tempat buat cerita, mungkin ini nggak bakal kejadian.” Ini memang kesalahan fatal. Tapi daripada terus saling menyalahkan, semoga ini jadi pelajaran. Mereka berdua masih punya masa depan yang panjang. Mereka masih muda. Bahkan pelaku seumuran sama kami, angkatan 23, yang masih sibuk mikirin judul skripsi.
Aku cuma berharap setelah ini nggak ada lagi yang kehilangan masa depan karena emosi yang nggak bisa dikontrol.
intinya jangan pacaran nanti dikapak dan masuk rs
BalasHapusjadi jomblo fisabilillah ja sdh ka ai
Hapus