Pagi itu, aku sudah menyiapkan diri dengan perasaan yang tidak karuan antara lapar karena puasa, penasaran, dan sedikit deg-degan karena aku akan ikut berburu sembako gratis di Istana Isen Mulang.
Hari ini, selepas pulang kuliah di jam terakhir, aku pergi ke Istana Isen Mulang untuk berburu sembako gratis dan uang tunai Rp100.000 dari pemerintah. Awalnya diinformasikan bahwa sembako sudah habis, tapi kata temanku yang sudah berada di sana, kemungkinan masih ada.
Sesampainya di lokasi, kami langsung masuk ke dalam barisan ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Palangkaraya. Aku bersama temanku, Lidia, menunggu cukup lama untuk mendapatkan paket yang berisi beras 5 kg, gula 1 kg, minyak 2 liter, kental manis 1 kaleng, dan uang tunai sebesar Rp100.000.
Jujur, suasananya sangat ramai. Lebih dari seribu mahasiswa berada di sana, kami terasa seperti berada di dalam kaleng sarden.
Karena lama menunggu, kami bahkan sempat berkenalan dengan orang-orang di sekitar kami. Salah satunya, namanya Pina, dia dari IAHN, angkatan 25. Dia bertanya angkatan kami, dan kami berdua menjawab angkatan 25 juga. Di barisan itu, banyak kebohongan kecil yang kami lontarkan, seperti aku bilang aku berasal dari Sampit, sedangkan Lidia dari Kapuas. Niatnya sih sederhana, biar tidak sumpek dan bosan menunggu terlalu lama.
Setelah kurang lebih dua jam menunggu, akhirnya kami mendapatkan sembako tersebut. Karena gerbang depan Istana Isen Mulang ditutup, kami disuruh berkeliling lewat belakang menuju parkiran, dan jaraknya cukup jauh. Kami yang sudah berdiri dua jam, berpuasa, dan berdesak-desakan pun akhirnya memutuskan untuk beristirahat sebentar.
Saat beristirahat, aku dan Lidia bertemu dengan Fadhil dan temannya. Mereka membawa tiga sembako dan tiga sak beras. Teman Fadhil bertanya apakah aku ingin sembako lagi. Aku pun berkata mau, dan akhirnya dia mengajakku untuk mengantri lagi dengan menggunakan identitas seseorang sebagai alat penebusan.
Setelah mendapatkan sembako tambahan, kami membagi hasilnya, dia membawa beras, aku membawa sembako, dan uang Rp100.000 tadi kami bagi dua.
Jadi hari ini, aku pulang dengan dua paket sembako, 5 kg beras, dan uang tunai Rp150.000.
Alhamdulillah.
Komentar
Posting Komentar