Hari ini aku ngerasa ada satu hal yang akhirnya “klik” dari semua kejadian di Asmara Gen Z. Ini juga baru kepikiran sekarang aja, karena beberapa episode belakangan.
Dan ya, dari episode hari ini tuh kayak ngebenerin teori yang aku buat kemarin.
Tentang Harry.
Tentang kemungkinan kalau selama ini dia tuh emang memanfaatkan Zara supaya bisa dekat dengan Aqeela.
Kalau ditarik ke awal, semuanya tuh kelihatan biasa aja.
Fattah dipindahin ke asrama sama papahnya, dan di hari yang sama Zara juga masuk sebagai murid pindahan. Di sini Aqeela belum masuk. Sebelum Aqeela datang, sudah ada beberapa interaksi antara Fattah dan Zara—kayak dihukum bareng dan hal-hal lain yang bikin mereka sering satu situasi.
Di fase ini, semuanya masih natural.
Fattah dan Zara terlihat dekat, tapi lebih karena keadaan yang terus mempertemukan mereka, bukan karena ada perasaan yang kuat dari awal.
Dan di titik ini juga, Harry belum tertarik sama sekali. Belum ada pergerakan dari dia.
Sampai akhirnya Aqeela masuk.
Di sini mulai kelihatan kalau Fattah dan Aqeela itu pacaran. Dinamika langsung berubah. Dan justru di titik ini, Harry mulai bergerak.
Tapi dia gak langsung ke Aqeela.
Dia mendekat ke Zara.
Padahal saat itu Zara lagi mulai dekat sama Aqeela. Mereka berteman bertiga: Zara, Aqeela, dan Harry.
Di titik ini sebenarnya arah ceritanya mulai kelihatan.
Harry tahu ada Aqeela di asrama. Dia juga tahu ada Fattah dan Zara yang lebih dulu masuk dan sudah punya interaksi.
Dan dari situ, pelan-pelan terbentuk situasi yang bikin Fattah dan Zara terus berada dalam kondisi yang sama.
Padahal sebenarnya, dari sudut pandangku, Fattah itu gak suka Zara.
Tapi karena terus dipertemukan dalam situasi yang sama, akhirnya di mata orang-orang termasuk Aqeela itu terlihat seperti mereka punya hubungan. Bahkan sampai dianggap seperti selingkuh.
Dari sini konflik mulai muncul.
Aqeela jadi gak srek, baik ke Fattah maupun ke Zara.
Dan kalau dilihat dari sudut pandangku, di titik ini harusnya ini jadi momen buat Harry.
Karena secara “rencana”, harusnya Aqeela itu larinya ke dia, ceritanya ke dia, curhatnya ke dia biar mereka bisa makin dekat.
Tapi ternyata gak semudah itu.
Karena ada Mohan.
Dari awal, Mohan memang mendekati Aqeela dengan niat balas dendam ke Fattah ini yang bikin aku gak suka dia dari awal. Tapi lama-kelamaan, Mohan malah jadi benar-benar care sama Aqeela dan tumbuh rasa suka.
Dan di bagian ini aku mulai mikir lagi.
Kayaknya di sini juga Harry mulai nyusun langkah.
Apalagi mereka sempat ada kerja sama, dengan tujuan supaya Mohan lepas dari orang-orang yang mengincar dia dan orang di sekitarnya.
Tapi bisa jadi, di balik itu semua, ada cara supaya Aqeela juga pelan-pelan menjauh dari Mohan.
Ini memang pemikiran ku aja sih.
Tapi kalau dilihat dari rangkaiannya, semuanya tuh terasa nyambung.
Dan dari sini aku juga akhirnya paham kenapa aku bilang penulisnya gacor.
Karena kalau memang teori yang aku buat tentang Harry ini benar, berarti dari awal posisi Zara itu sebenarnya… korban.
Dan itu mengubah cara kita melihat semuanya.
Karena dari awal, dari episode 1 sampai sebelum momen Fatqeel comeback kemarin, kebanyakan penonton termasuk aku melihat Zara sebagai perebut. Sosok yang masuk ke hubungan orang lain, yang bikin hubungan Fattah dan Aqeela hancur.
Cacian ke tokoh Zara itu banyak banget. Bahkan sampai ke real life, ke Nicole sebagai pemerannya.
Dan di situ sebenarnya terlihat kalau penulisan karakternya berhasil banget.
Zara benar-benar berhasil menggeser pandangan penonton. Bahkan dibanding Luna sekalipun, Zara jauh lebih kuat sebagai karakter yang dibenci.
Karena ya, di mata penonton, Zara itu jelas, perebut.
Dan itu membekas.
Makanya, walaupun di beberapa episode berikutnya penulis sudah coba menggeser Zara dan dipasangkan dengan beberapa tokoh lain, dibawa ke arah yang berbeda dan tetap aja gak berhasil.
Karena bayangan dia sebagai perebut itu masih kuat.
Apalagi Fattah juga masih ada di sekitar lingkaran itu.
Jadi mau dibawa ke mana pun, tetap balik ke konflik lama.
Dan di sini aku mulai ngerasa…
Jangan-jangan, deeptalk kemarin dan alur yang sekarang itu memang sengaja dibuat.
Bukan cuma untuk cerita, tapi juga untuk mengalihkan cara pandang penonton.
Supaya pelan-pelan muncul pemikiran baru,
“oh ternyata Zara gak sejahat itu”
“Zara mungkin cuma korban”
Dan kalau ini benar, berarti penulisnya gak cuma bikin drama.
Tapi juga membaca reaksi penonton, lalu menggeser narasi, dan pelan-pelan membentuk ulang persepsi kita.
Dan jujur aja…
anjir, gacor sih anjir penulisnya ini. gak pernah aku se tertarik ini sama sinetron.
Walaupun ya, kadang memang suka melenceng alurnya.
Tapi bisa dibikin nyambung sampai ke titik ini tuh… keren sih.
Komentar
Posting Komentar